JABAR EKSPRES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana membangun terminal wisata.
Namun, dalam hal ini, pemerintah bukan membangun sebuah area baru melainkan merubah fungsi terminal menjadi multifungsi, seperti pembenahan di terminal angkutan tipe C yang sudah ditinggalkan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung Barat, Fauzan Azima mengatakan keberadaan terminal saat ini kurang berfungsi optimal.
Baca Juga:Setengah Hari Tanpa Aturan di BandungAmankan Laga Pamungkas Persib Bandung, Polisi Terapkan Skema Khusus Hindari Kepadatan!
Meskipun sebenarnya sebagai terminal angkutan kota (angkot), nyatanya tak banyak angkot yang singgah di sana untuk mencari penumpang.
“Kalau dilihat yang stabil dijadikan transit angkot, hanya di Lembang dan Padalarang saja, dan itupun memang penumpangnya masih ada,” kata Fauzan saat dikonfirmasi, Minggu (25/5/2025).
Ia menambahkan, sementara di wilayah seperti Cililin dan rute Parongpong–Ledeng semakin ditinggalkan.
Menangkap hal itu sebagai peluang, serta adanya ketersediaan lahan, Fauzan berencana menyulap tempat tersebut menjadi sebuah terminal wisata bukan sekedar lokasi transit angkot.
“Ini akan menjadi simpul multifungsi yang mampu menarik masyarakat,” tambahnya.
Untuk itu, sejumlah pembenahan pun akan dilakukan, misalnya penambahan sarana dan prasarana (sarpras) dan juga melakukan penataan operasional sebuah terminal wisata.
“Termasuk me-redesain rute angkutannya supaya semua bertumpu di terminal. Kalau terminalnya sepi-sepi saja tidak ada daya tarik tentu sulit masyarakat menggunakan terminal seperti saat ini,” kata Fauzan.
Menurutnya, terminal wisata selain menjadi meeting point wisatawan maupun masyarakat, juga sebagai tempat kegiatan serta ruang interaksi publik.
Baca Juga:Dukung Pelaksanaan Car Free Day, DPRD Kota Bogor Wanti-wanti PemkotTanpa Komunikasi dan Izin Resmi, Proyek Perumahan di Pamulihan Sumedang Disorot
“Terminal tipe C fasilitasnya kecil tapi bukan berarti kita harus diam tapi ke depan melalui kreativitas memanfaatkan lahan menjadi area-area kegiatan supaya menjadi daya tarik,” paparnya.
Untuk kawasan wisata Lembang, Fauzan mengusulkan integrasi moda transportasi wisata agar lebih efisien dan ramah lingkungan. Ia membuka opsi penggunaan shuttle dan cable car.
“Ketika sudah berhenti di hotel jangan lagi pakai kendaraan, pakai shuttle itu saja. Ini sedang kita kaji untuk efektivitasnya supaya dengan adanya sistem baru ini jangan sampai menimbulkan kemacetan juga. Tapi kalau wisata berbukit seperti di kawasan Lembang harusnya Cable Car,” tandasnya. (Wit)
