JABAR EKSPRES – PT BPR Indramayu Jabar (BIMJ) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jabar. Di tahun 2024, BUMD yang berkantor di Indramayu itu masih merugi.
Berdasarkan dokumen laporan tahunan 2024 BUMD itu, tercatat saldo rugi sebesar Rp 1,6 miliar. Sementara, BIMJ mencatat pada tahun 2024 pendapatan operasionalnya sebesar Rp 20,085 miliar, namun catatan jumlah beban operasionalnya tembus Rp 22,438 miliar.
BIMJ merupakan satu dari puluhan BUMD milik Pemprov Jabar, BPR itu terbangun dari penggabungan usaha dari 6 PD BPR LPK (Lembaga Perkreditan Kecamatan) pada 2017 lalu, yaitu PD BPR PK Cantigi Kulon, PD BPR PK Arahan Kidul, PD BPR PK Bongas, PD BPR PK Kroya, dan PD BPR PK Sukra ke dalam PD BPR PK Balongan.
Baca Juga:Hasil Mengemis Lebih Menjanjikan, Gepeng Ogah DirehabilitasiCatatkan Skor 90,79, BRI Raih Penghargaan BSEM 2025 Kategori Digital Channel Terbaik
Di 2024, BIMJ mencatatkan aset sebesar Rp 165,6 miliar. Dalam operasionalnya, BIMJ punya satu kantor pusat dan 7 kantor cabang.(son)
