Luka dan Keindahan dalam Pameran ‘Of Flesh and Porcelain’ Ariadne Maraya

Pengunjung melihat karya seni yang dipajang pada pameran seni bertajuk Of Flesh and Porcelain di Galeri Ruang Dini, Kota Bandung. (Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres)
Pengunjung melihat karya seni yang dipajang pada pameran seni bertajuk Of Flesh and Porcelain di Galeri Ruang Dini, Kota Bandung. (Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES  — Tubuh manusia yang rapuh, jujur, dan penuh kontradiksi menjadi fokus utama dalam pameran tunggal bertajuk “Of Flesh and Porcelain” karya Ariadne Maraya yang digelar di Galeri Ruang Dini, Bandung, sepanjang April 2025.

Melalui serangkaian lukisan figuratif, Ariadne mengeksplorasi ketegangan antara kelembutan dan kekerasan, antara perawatan dan invasi.

“Saya selalu tertarik pada tubuh, bukan dalam bentuknya yang ideal, melainkan saat ia jujur dan tanpa pertahanan,” ujar Ariadne dalam pernyataan seninya.

Baca Juga:Lilin untuk Marsinah di Bandung, Semangat Perlawanan Buruh Perempuan Belum PadamSetoran Dividen BUMN Dialihkan ke Danantara, Kemenkeu Putar Otak Cari Penerimaan Lain

Seiring perkembangan seri, hiasan seperti emas di gigi dan lipstik merah menyala perlahan hilang, yang tersisa adalah gigi busuk, gusi surut, dan tumpukan karang.

“Lukisan-lukisan ini tidak didramatisasi. Tubuh ditampilkan dalam keterabaian. Tanpa hiasan, tapi tetap mengandung keintiman,” jelasnya.

Pameran ini juga menjadi bagian dari praktik seni Ariadne yang kian lekat dengan kritik feminis. Ia mengangkat bagaimana tubuh perempuan kerap dikonstruksi dan dimodifikasi dalam budaya visual.

0 Komentar