Namun, khusus untuk cetakan awal tahun 1975, jumlahnya sangat terbatas. Keunikan dari cetakan awal ini membuat para kolektor berlomba-lomba memburunya.
Jika kamu memiliki uang ini dalam versi asli dan belum rusak (misalnya tidak terlipat, tidak sobek, dan warnanya masih tajam), maka harganya bisa mencapai Rp25 juta hingga Rp75 juta di pasar koleksi. Versi dengan kesalahan cetak atau nomor seri kembar bisa bernilai lebih tinggi.
4. Uang Logam Rp25 “Kelapa Sawit” Tahun 1971 – Bisa Laku Hingga Rp100 Juta
Meskipun terbuat dari logam dan nominalnya hanya Rp25, uang ini sangat langka. Uang logam keluaran Bank Indonesia tahun 1971 ini memiliki gambar kelapa sawit di satu sisi dan lambang Garuda di sisi lain. Karena produksinya sangat terbatas dan hanya beredar sebentar, nilainya kini meroket.
Baca Juga:5 Tempat Jual Uang Kuno Koin Rp500 Melati yang Bisa Capai Ratusan Juta10 Batu Akik yang Dijual Dengan Harga Fantastis
Di pasar koleksi, uang ini bisa dijual dengan harga mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta, tergantung tingkat keausan dan kelengkapan (misalnya masih dalam kemasan orisinal atau ada sertifikat keaslian).
Bahkan ada kolektor luar negeri yang rela membayar tinggi hanya untuk melengkapi koleksi numismatik mereka.
5. Uang Kertas Rp10.000 “Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien” Tahun 1998 – Bernilai Rp1 Juta hingga Rp20 Juta
Meskipun termasuk uang yang masih tergolong “baru”, uang kertas Rp10.000 bergambar Cut Nyak Dhien dengan latar warna ungu ini juga masuk dalam daftar buruan kolektor.
Terutama jika kamu memiliki versi cetakan tahun 1998 dengan tanda tangan Gubernur BI lama dan nomor seri spesial.
Uang ini menjadi langka karena transisi desain dan kebijakan moneter pada era tersebut. Kolektor yang mencari varian nomor seri unik (misalnya 000000 atau 123456) bahkan bisa membayar hingga Rp10 juta ke atas, tergantung kondisinya.
