Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman menyebut, setidaknya 210 siswa SMA/SMK dari berbagai kabupaten/kota ikut dalam pembinaan tersebut.
“Datangnya bertahap, ada yang pagi, siang, dan sore. Siswa-siswa ini dari Bogor, Cianjur, Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, Bandung, Indramayu, dan Majalengka,” ungkap Herman.
Herman menilai program pembinaan di barak militer dapat menekan kasus kenakalan siswa atau siswa bermasalah yang marak terjadi di wilayah Jawa Barat, terutama tawuran dan kenakalan lainnya.
Baca Juga:Wujudkan Keadilan Sosial, Menteri PKP Gandeng Konglomerat Bangun Rumah bagi RakyatGunakan Teknologi Pengenalan Wajah, KAI Hemat Rp399 Juta
Program ini disambut positif oleh para orangtua. Salah satu wali murid, Rena Handayani, asal Kota Bandung, mengungkapkan rasa lega dan harapannya terhadap pembinaan yang lebih tegas dan disiplin.
“Sangat mendukung, lelah sama nakalnya anak. Mudah-mudahan setelah ini mereka bisa lebih disiplin, terutama dalam sekolah,” ungkap Rena.
Rena menyebutkan bahwa anaknya kerap bolos sekolah dan tidur larut malam.
“Suka begadang, terus paginya malah engga sekolah jadi bolos. Semoga program ini bisa buat jadi anak lebih disiplin,” ucapnya.
Rena berharap, program pendidikan karakter ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap positif para pelajar, sekaligus meringankan beban keluarga dan pihak sekolah dalam menangani kenakalan remaja. (Wit)
