Cegah Anak Kecanduan Gadget hingga Judi Online, Pemkot Cimahi Gencarkan Edukasi Lewat Sekolah dan Keluarga

Ilustrasi anak-anak sedang main gadget. (Pixabay)
Ilustrasi anak-anak sedang main gadget. (Pixabay)
0 Komentar

Konseling di Puspaga bertujuan menggali akar persoalan dari perilaku adiktif yang muncul pada anak, yang bisa jadi berasal dari kurangnya perhatian atau waktu bersama orang tua. Anak yang merasa sendiri bisa mencari pelarian melalui game atau dunia maya.

“Puspaga dikhususkan untuk menyelesaikan permasalahan yang belum berhadapan dengan hukum. Bila sudah masuk ranah hukum, maka akan diserahkan ke P2TP2A,” tegasnya.

Saat ini, DP3AKBP2KB telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi dan membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (TPPKS) di lingkungan sekolah.

Baca Juga:Masuk Musim Haji, Kemenag Jabar Imbau Masyarakat Tidak Tergoda Modus FurodaCiro Kartu Merah, Sang Istri Sebut Tidak Adil

Fitriani menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan kasus anak kecanduan judi online di Kota Cimahi. Namun, beberapa kasus kecanduan game sudah mulai teridentifikasi.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Cimahi telah mengambil langkah preventif dengan menerbitkan larangan membawa gawai ke sekolah, sebagai bagian dari upaya mencegah kecanduan gadget dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa.

Kepala Disdik Kota Cimahi, Nana Suyatna, menegaskan kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama seluruh kepala daerah di Jawa Barat dengan Gubernur dan Forkopimda Jabar.

“Daerah bergerak dengan membuat ketentuan di wilayah masing-masing, termasuk kami di Kota Cimahi sudah membuat aturan sejak awal sekolah usai libur Lebaran 2025, siswa tidak boleh membawa HP ke sekolah,” jelas Nana.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Disdik Kota Cimahi No. 8/2025 tentang Larangan Penggunaan Handphone (HP) oleh Siswa di Lingkungan Sekolah. Edaran itu telah disosialisasikan ke seluruh sekolah di Kota Cimahi.

Nana menambahkan, Disdik bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SD-SMP telah melakukan kajian mendalam terkait dampak penggunaan HP di kalangan pelajar.

“Upaya-upaya ini diharapkan dapat menjadi benteng awal dalam menekan risiko kecanduan gadget dan eksposur anak-anak terhadap konten negatif, termasuk judi online,” tukasnya. (Mong)

0 Komentar