Wacana Reaktivasi Jalur KA di Jabar, MTI Pusat: Bakal Ada Stasiun Tertinggi di Indonesia 

Sejumlah anak melintas di dekat rel kereta api rute Cikudapateuh-Ciwidey yang sudah tidak aktif di Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Senin (28/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Sejumlah anak melintas di dekat rel kereta api rute Cikudapateuh-Ciwidey yang sudah tidak aktif di Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Senin (28/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Jalur KA Cibatu-Garut-Cikajang merupakan jalur percabangan yang menghubungkan Stasiun Batu dengan Stasiun Cikajang melewati Kota Garut,” terangnya.

Jalur Cibatu-Garut sepanjang 19,3 kilometer sudah dibangun kembali dan mulai beroperasi pada 22 Maret 2022 lalu. Jalur ini dibangun oleh PT KAI selama dua tahun (2019–2022).

“Jalur Garut-Cibatu dibuka pertama kali pada tahun 1889 dan berhenti beroperasi pada tahun 1983,” bebernya.

Baca Juga:Jadi Momen Sampaikan Aspirasi, Hardiknas 2025 di SMANSA Kota Bandung Digelar BerbedaStrategi Bupati Bogor Rudy Susmanto Tingkatkan RLS dan Kualitas Sekolah

Membangun jaringan rel yang sudah lama tidak dioperasikan, tak hanya menganggarkan untuk pekerjaan fisik semata, sejumlah lintas dan stasiun kini sudah banyak ditempati menjadi permukiman warga setempat.

Misalnya, melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk pengadaan permukiman baru bagi warga yuang terkena dampak reaktivasi itu.

“Mengaktifkan kembali jalur rel di Jawa Barat, bukan sekedar semangat, namun perlu tekad yang kuat dan anggaran yang cukup,” pungkas Djoko. (Bas)

0 Komentar