“Kita ingin membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, partisipatif, dan berbasis kemandirian. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab masyarakat dan pelaku usaha,” ungkapnya.
Farhan kembali menegaskan melalui ancaman sanksi dari pemerintah pusat yang kian nyata, program 40 Hari Aksi Tanggap ini bukan sekadar simbol, tetapi panggilan serius untuk bertindak.
Di balik kebijakan yang keras, tersimpan visi besar, menjadikan Bandung sebagai kota yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis.
Baca Juga:400 Siswa Keracunan Makanan Gratis di Tasikmalaya, Program MBG Jadi SorotanSoal Nenek 80 Tahun Terkubur di dalam Rumah, Polisi Masih Dalami Penyelidikan!
“Bandung sedang diuji. Tapi saya percaya, bila semua pihak bergerak bersama, kita tidak hanya bisa keluar dari krisis, kita bisa membangun sistem yang lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. (Dam).
