Yang lebih mencengangkan, rakyat Korea Utara tidak memiliki kebebasan untuk berpindah tempat tinggal. Ingin pindah ke Pyongyang, misalnya, harus dengan izin langsung dari pemerintah. Bahkan untuk bepergian antar kota, dokumen perjalanan wajib dimiliki, dan pelanggarannya bisa berujung pada hukuman yang berat.
Dinasti Kim Kekuasaan yang Tak Terhentikan
Dinasti Kim telah memimpin Korea Utara sejak negara tersebut didirikan pada tahun 1948, dimulai dari Kim Il-sung, pendiri sekaligus pemimpin pertama Korea Utara yang memerintah hingga wafat pada tahun 1994. Kim Il-sung dipandang sebagai figur suci yang dianggap tidak pernah melakukan kesalahan. Ia bahkan menciptakan ideologi Juche, yang mengajarkan prinsip kemandirian total, meskipun pada kenyataannya rakyat sangat bergantung pada bantuan luar negeri, terutama saat terjadi krisis pangan.
Setelah Kim Il-sung wafat, kekuasaan dilanjutkan oleh putranya, Kim Jong-il, yang dikenal dengan gaya hidupnya yang mewah di tengah krisis ekonomi besar pada tahun 1990-an. Saat jutaan rakyat Korea Utara mengalami kelaparan, Kim Jong-il tetap hidup dalam kemewahan, bahkan memiliki koleksi anggur dan film-film Barat dalam jumlah besar.
Baca Juga:5 Uang Kuno Kertas Paling Mahal yang Bisa Dijual Sampai Rp100 JutaTukarkan Uang Koin Rp1.000 Sawit dan Rp500 Melati Bisa Seharga Jutaan Rupiah
Kini, kekuasaan berada di tangan Kim Jong-un, yang naik tahta pada usia 27 tahun. Ia dikenal dengan kebijakan-kebijakan keras, termasuk program senjata nuklir yang sempat mengguncang dunia. Di bawah pemerintahannya, kamp-kamp tahanan politik masih terus beroperasi. Siapa pun yang dianggap melawan rezim, termasuk anggota keluarganya sendiri, dapat dijatuhi hukuman mati atau dikirim ke kamp kerja paksa.
Korea Utara memiliki luas wilayah sekitar 120.540 km², menjadikannya salah satu negara kecil di kawasan Asia Timur. Negara ini berbatasan langsung dengan tiga negara, yaitu Tiongkok di sebelah utara, Rusia di sudut timur laut, dan Korea Selatan di sepanjang Zona Demiliterisasi (DMZ), yang merupakan salah satu perbatasan paling termiliterisasi di dunia. Perbatasan ini dijaga ketat oleh ribuan tentara bersenjata dan ladang ranjau yang membentang sepanjang 250 kilometer.
Selain itu, akses udara ke Korea Utara sangat terbatas. Hanya sedikit maskapai internasional yang diizinkan mendarat di negara ini, dan wilayah udaranya dijaga dengan sangat ketat. Setiap pesawat yang melintas harus mendapatkan izin khusus, dan pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dianggap sebagai ancaman serius. Hal ini semakin memperkuat isolasi Korea Utara dari dunia luar, menjadikannya salah satu negara paling tertutup di dunia.
