Aura Cinta kemudian menjadi semakin dikenal luas setelah aksinya mengkritik kebijakan Dedi Mulyadi yang berencana menghapuskan acara wisuda di tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA.
Dalam kritiknya, Aura menegaskan bahwa momen wisuda bukan hanya sekadar seremoni, melainkan simbol penghargaan atas perjuangan siswa-siswi selama bertahun-tahun.
“Semua murid berhak merasakan momen perpisahan wisuda, ini bukan soal kemewahan, tapi soal penghargaan terhadap perjuangan kami,” kata Aura dalam video kritiknya.
Baca Juga:Kapan Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Dimulai? Ini InformasinyaXLSMART Resmi Bergabung, Siap Perluas Jangkauan dan Pengalaman Digital di Jabar, Jateng, dan DIY
Ia juga menambahkan bahwa wisuda SMA hanya terjadi sekali seumur hidup.
Tanpa momen tersebut, menurutnya, siswa tidak akan pernah lagi merasakan kebersamaan terakhir dengan teman-temannya sebelum menapaki perjalanan hidup masing-masing.
Selain aktif di dunia hiburan dan media sosial, latar belakang pribadi Aura Cinta pun membuat banyak orang semakin simpati.
Ia adalah siswi kelas 3 di SMA Negeri 1 Cikarang Utara. Tak banyak yang tahu, keluarganya pernah menjadi korban penggusuran di daerah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Kondisi keluarganya yang sederhana, dengan sang ibu sebagai ibu rumah tangga dan ayahnya seorang pedagang kecil, membuat perjuangan Aura terasa semakin mengharukan.
“Ingat, jabatan hanya sementara. Kalian boleh punya kekuasaan, tapi tidak punya hati. Anak-anak kecil harus melihat rumah mereka dihancurkan karena keputusan kalian, sementara kalian duduk nyaman di balik meja,” kata Aura.
Profil Aura Cinta kini semakin dikenal sebagai sosok remaja yang tidak hanya berbakat di dunia hiburan, tetapi juga vokal menyuarakan ketidakadilan yang ia rasakan.
Baca Juga:Lakukan Hal ini Jika Perusahaan Belum Daftarkan BPJS KetenagakerjaanDominasi Podium, Astra Honda Raih Kemenangan Ganda di ARRC Buriram
Keberaniannya mengkritik kebijakan pemerintah menjadi contoh nyata keberanian generasi muda untuk berbicara dan membela haknya.
