Kini, pihak kecamatan terus memantau kondisi di lapangan bersama para lurah, memastikan tidak ada lagi sampah yang menumpuk.
Menurut Cepi, pihaknya sedang menyusun strategi jangka panjang dalam bentuk Rencana Aksi, yang akan jadi panduan tetap dalam penanganan sampah setelah program clean up berakhir.
“Kita bersihkan sampai tanggal 27 ini. Ke depannya juga harus dilakukan dengan rencana aksi. Kita sudah punya draft-nya dan mudah-mudahan jadi jadwal kegiatan rutin,” ucapnya.
Baca Juga:Pemkot Bogor Digitalisasi Bansos Pendidikan, Dana Tidak Turun Bila Tak Mengajukan!Polisi Bongkar Sindikat Penadah Motor Curian di Dayeuhkolot, 7 Tersangka dan 11 Sepeda Motor Diamankan!
Rencana aksi itu, lanjut Cepi, akan memuat program-program terukur, agar dampaknya terasa langsung oleh masyarakat.
“Artinya masyarakat juga merasa nyaman, senang, dan masalah sampahnya terselesaikan dengan program ini,” jelasnya.
Selain itu, inovasi juga jadi salah satu kunci. Cepi berharap muncul ide-ide segar dari warga, dan pihak kecamatan serta kelurahan siap mendukung.
“Ini juga untuk menimbulkan dan membangun inovasi-inovasi dalam pengelolaan dan penanganan sampah,” tutupnya. (Mong)
