Ia menambahkan, sampah yang masuk ke saluran air tidak hanya sampah rumah tangga, bahkan sampai potongan bambu, kasur, dan kursi. Banyaknya sampah menjadi penyumbat aliran air hingga akhirnya meluap.
“Kami sudah mengintruksikan UPT Irigasi Wilayah 2 untuk melakukan pemeriksaan saluran air bersama Pemerintah Desa Giriasih untuk memastikan kendala yang terjadi. Apabila terjadi penyempitan saluran air oleh pabrik, nanti tindaklanjutnya oleh Komisi II,” jelasnya.
Menurutnya, banjir yang menimpa Kampung Cibeber Hilir bukan semata persoalan drainase yang mesti diperbaiki, melainkan juga perlunya kerja sama antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.
Baca Juga:WALHI Jabar: Degradasi Lahan Hulu Jadi Biang Banjir Bandung TimurSiloam Hospitals Raih 5 Penghargaan Internasional di Healthcare Asia Awards 2025
“Peran aktif masyarakat, kepala desa, dan camat menjadi kunci dalam memecahkan persoalan banjir. Cegah sampah masuk ke saluran air, agar saat musim hujan tak menyumbat,” kata Pither. (Wit)
