JABAR EKSPRES – Limbah kotoran peternakan ayam yang ada di dua desa Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikeluhkan banyak warga. Pasalnya limbah tersebut dibuang langsung tanpa diolah terlebih dahulu.
Bambang, salah seorang warga mengaku sangat terganggu dengan adanya limbah kotoran tersebut. Apalagi jika hujan turun, bau menyengat yang ditimbulkan semakin menyeruak di dua desa.
“Dua desa itu Cihanjuang Rahayu dan Desa Cihanjuang. Bau semakin terasa saat hujan turun dan air limbah menggenang di jalanan,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin (14/4/2025).
Baca Juga:Sempat Tertutup Longsor, Akses Jalan Pangalengan Mulai Bisa Dilewati dengan Sistem Buka TutupUpdate Kasus Dokter Residen RSHS, 17 Saksi telah Diperiksa
“Bau itu berasal dari air sampah yang tergenang saat hujan. Saya akan berkoordinasi dengan pihak RT, RW, dan juga kepala desa untuk mencari solusi terbaik,” ujar Bambang kepada wartawan pada Sabtu (13/4) lalu.
Ia menjelaskan bahwa lokasi usahanya berada persis di perbatasan dua desa yang belum memiliki saluran pembuangan air (got) yang memadai. Kondisi ini menyebabkan air kotor tidak dapat mengalir dengan lancar, sehingga menimbulkan bau tidak sedap.
