JABAR EKSPRES – Penjualan ritel di momen Labaran 2025 ini diproyeksikan bisa terkerek hingga 15 persen. Namun perusahaan ritel harus adaptif dengan berbagai tantangan yang berkembang.
Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jabar Yudi Hartanto menuturkan, proyeksi kenaikan 15 persen itu dibandingkan dengan penjualan di awal tahun 2025 ini. Momen Lebaran diakui jadi momen menarik dalam geliat ekonomi.
Masyarakat cenderung banyak pembelian. Mulai dari bahan makanan, hingga kebutuhan pakaian baru.
Baca Juga:Kondisi Sungai Cimande Memprihatinkan, Tindakan Nyata dan Permanen Perlu Dilakukan!Dari Paciwit-Ciwit Lutung hingga Enggrang, SDN Cibabat Mandiri 2 Ajarkan Permainan Tradisional pada Siswa
Untuk menghadapi itu, para pelaku usaha ritel juga harus berbenah. Di antaranya dengan integrasi antara toko fisik dan online, diversifikasi produk, dan program layanan promo yang makin memikat pembeli.
Momen Ramadan utamanya Lebaran, masyarakat akan cukup banyak membeli berbagai bahan tersebut. Karena untuk acara keluarga atau berbagai kegiatan di Lebaran.
Darwis melanjutkan, beberapa komoditas yang biasa naik adalah beras, minyak goreng, hingga ayam. “Komoditas ini juga perlu diwaspadai karena cukup memiliki penimbang yang tinggi juga,” imbuhnya.(son)
