“Dalam situasi darurat bencana, yang paling penting adalah menghilangkan terlebih dahulu ancaman yang mengintai. Setelah dirasakan aman, baru dilanjutkan dengan revitalisasi atau perbaikan dampak kerusakan,” jelasnya.
“Kendala komunikasi dan trouble di lapangan kadang terjadi, seperti salah menerima informasi atau berita yang kurang valid kebenarannya. Oleh sebab itu, ke depan diharapkan semua informasi bencana berpusat di BPBD,” ungkap Rohmat.
Saat ini, kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang di Kampung Cireundeu masih layak huni. Hanya diperlukan pembersihan dan perbaikan ringan dengan kemungkinan bantuan dari instansi terkait seperti DPKP.
Baca Juga:Kunjungi Pasar Cibinong, Bupati Bogor Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman hingga Idul Fitri61.676 Jiwa Terdampak Banjir Kabupaten Bandung, Wakil Ketua DPR RI: Pemangku Kepentingan Harus Kerja Optimal Atasi Bencana
“Untuk saat ini dapat dipastikan tidak ada warga yang mengungsi di Kantor RW. Warga sudah kembali ke rumah masing-masing lantaran kondisi sudah mulai normal,” tambah Rohmat.
Pembersihan material longsor dan banjir dibantu oleh tim relawan yang terus konsisten membantu warga.
Sementara itu, kejadian serupa juga terjadi di Kelurahan Cipageran, tepatnya di wilayah Tegal Kawung. Tembok Penahan Tanah (TPT) yang longsor menyumbat saluran air, hingga menyebabkan air meluap dan berdampak pada beberapa rumah warga.
Namun, tidak ditemukan kerusakan berat atau korban dalam kejadian tersebut.
“Kami berharap masyarakat selalu waspada terhadap kondisi cuaca saat ini, dan selalu updatei nformasi terbaru dari BMKG,” pungkasnya. (mong)
