Iwang memaparkan, akibat dari alih fungsi lahan hingga yang menyebabkan kerusakan alam dinilai serius itu, membuat kemampuan tanah untuk menyerap air hujan berkurang drastis.
Diketahui, selain banjir bandang yang menerjang, pada hari bersamaan, bencana lain termasuk tanah longsor pun turut melanda di wilayah Kabupaten Bogor.
Adapun sebaran sementara bencana di Kota Bogor di antaranya:
1. Tanah Longsor Wilayah Kampung Cipaku Skip Baru RT 001/RW 016, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan.
Baca Juga:Banjir Rendam Kawasan Rancabolang Bandung, Sudah 5 Hari Belum SurutDel Pino Optimis Persib Mampu Amankan 3 Poin Atas Persik Kediri
2. Banjir Lintasan WIlayah Babakan Fakultas RT 003/RW 005, Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah.
3. Atap Rumah Ambruk Wilayah Kampung Pancasan RT 001/RW 007, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat.
4. Pohon Tumbang Wilayah Gang Kosasih RT 003/RW 001, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat.
5. Banjir Lintasan Wilayah Kampung Pasir RT 004/RW 007, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Selatan.
6. Tanah Longsor Wilayah Jalan Artzimar 1 no.16, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara.
Menurut Iwang, properti dan fasilitas pariwisata yang tak terkendali, juga berkontribusi terhadap malapetaka di Kabupaten Bogor.
“Banyak pengembang yang diduga sengaja telah mengabaikan analisis dampak lingkungan (Amdal), demi mengejar keuntungan ekonomi jangka pendek,” ujarnya.
Baca Juga:Bangunan Halangi Drainase, Kota Bandung Terancam Banjir BerkepanjanganPersib Siap Bangkit Hadapi Persik Kediri, Beckham Masih Diragukan Tampil
Dokumen Amdal hingga UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan), terkesan hanya dijadikan prasyarat bagi para pengembang untuk mendapatkan izin berusaaha semata.
Sehingga kepatuhan serta ketaatan, banyak diabaikan pengusaha dan mereka dinilai menganggap ringan kewajiban yang harusnya dijalnakan dan ditaati.
Ditambah lagi, ucap Iwang, dengan maraknya aktivitas pertambangan pasir dan batu ilegal di sekitar kawasan, semakin tahun semakin juga tidak dapat terhindarkan.
“Sehingga struktur tanah semakin rusak dan rentan terhadap erosi muaranya (Longsor, Gerakan tahan hingga banjir bandang ),” ucapnya.
Potret lain Walhi Jabar menilai, ada dugaan kesengajaan pemerintah yang secara sengaja mengeluarkan terus izin-izin berusaha di kawasan Puncak Bogor.
Menurut Iwang, hal tersebut hanya sekedar dilihat dari aspek untuk peningkatan pendapatan daerah, sementara alam digadaikan secara sengaja untuk terus dirusak.
