Oleh: Wildan Setiawan
ISTILAH Non-Performing Loan (NPL) mungkin terasa asing bagi sebagian besar orang dalam kehidupan sehari-hari. Dalam industri perbankan dan keuangan, istilah ini lebih sering digunakan. Namun, NPL bukan hanya masalah bank, itu juga masalah kita semua. Ini bisa berdampak pada berbagai aspek kehidupan finansial kita, mulai dari kesulitan mendapatkan kredit, bunga pinjaman yang tinggi, hingga kemungkinan risiko terhadap tabungan kita di bank.
Apa NPL?
Secara sederhana, kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) adalah ketika peminjam atau debitur tidak membayar cicilan pinjaman sesuai jadwal yang telah disepakati. Dalam kebanyakan kasus, pinjaman dianggap sebagai NPL jika angsuran pokok atau bunganya tidak dibayar selama lebih dari sembilan puluh hari, atau tiga bulan.
Contoh: jika seseorang mengambil kredit kendaraan bermotor dan tidak membayar cicilan selama tiga bulan berturut-turut, maka kredit tersebut masuk dalam kategori NPL.
Kenapa NPL muncul?
Baca Juga:DPRD Kota Bandung dan Organisasi Islam Keluarkan Ultimatum, Minta THM Stop Operasi selama RamadanMakanan Basi, SMA Negeri Jatinangor Tolak MBG
- Masalah keuangan pribadi seperti kehilangan pekerjaan, bangkrut, atau pengeluaran mendadak adalah beberapa penyebab umum NPL.
- Kesalahan perhitungan saat mengajukan kredit: debitur tidak memperhitungkan kemampuan mereka untuk membayar.
- Kondisi ekonomi makro: seperti krisis ekonomi, pandemi, atau inflasi tinggi yang melemahkan daya beli masyarakat. • Bank atau lembaga keuangan tidak melakukan analisis kelayakan kredit.
Dampak NPL terhadap Masyarakat Luas: Meskipun NPL yang tinggi terlihat sebagai masalah antara individu dan bank, mereka dapat memiliki efek yang lebih luas, yaitu:
- Akses Kredit Menjadi Sulit: Bank menjadi lebih selektif dan berhati-hati saat banyak kredit bermasalah. Hal ini berarti bahwa orang-orang yang benar-benar layak kredit pun mungkin kesulitan mendapatkan pinjaman.
- Suku Bunga Bisa Naik: Bank dapat menaikkan suku bunga pinjaman untuk mengurangi kemungkinan kehilangan uang karena kredit bermasalah.
- Risiko terhadap Dana Nasabah: Meskipun dana simpanan masyarakat di bank dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), NPL yang tinggi dapat membahayakan kesehatan keuangan bank. Dalam situasi terburuk, ini dapat menyebabkan gelombang penarikan dana yang signifikan, yang dapat mengancam stabilitas sistem perbankan.
- Dampak terhadap Stabilitas Ekonomi Nasional: Tingkat NPL yang tinggi dapat melemahkan sektor keuangan dan menurunkan kepercayaan investor terhadap sistem ekonomi. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dapat terhambat jika hal ini dibiarkan.
