“Kemudian kami juga membuka sekolah disabilitas khusus difabel. Sama sudah berjalan tiga tahun,” ungkap Mulki.
Dia menyampaikan, segala bentuk aktivitas kesetaraan pendidikan bagi warga maupun sekolah disabilitas khusus difabel, semua fasilitasnya diberikan Pemdes Lengkong tanpa pungutan biaya alias secara gratis, menggunakan anggaran dana desa.
“Alhamdulillah terlihat progres kemajuannya. SDM kita semakin berkualitas, lebih percaya diri dan mampu bersaing,” imbuh Mulki.
Baca Juga:Rindu Kampung Halaman? Yuk Nostalgia Ramadan di Taman Safari Bogor!Retret di Magelang Jadi Momen Berharga Bagi Dedie Rachim dan Kepala Daerah Lainnya, Ini Kata Mendagri!
“Begitupun bagi anak-anak disabilitas yang ikut pendidikan khusus difabel, mereka lebih aktif bersosial, tidak minder, bahkan kemampuan mereka berkembang baik dari kesenian, interaksinya hingga keterampilan lain terlihat ada kemajuan,” pungkasnya. (Bas)
