JABAR EKSPRES – Kerja sama antara Diageo Indonesia dan Institut Pariwisata Trisakti dalam penyusunan program pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata menandai kolaborasi pertama Diageo Indonesia di bidang pendidikan. Kemitraan ini semakin memperkuat hubungan antara industri dan akademis, serta mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, Diageo Indonesia dan Institut Pariwisata Trisakti berkomitmen untuk memajukan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memberikan keterampilan yang relevan dengan industri kepada mahasiswa dan profesional sesuai dengan standar global. Dalam inisiasi program Learning for Life, keduanya akan mengembangkan kurikulum, paparan industri, dan inisiatif yang mempromosikan keterampilan kerja di sektor pariwisata.
Program Learning for Life akan fokus pada peningkatan soft skills mahasiswa yang akan terjun ke industri pariwisata, seperti kemampuan bekerja dalam tim, kepemimpinan, inklusivitas, keberagaman, serta menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu modul penting dari kolaborasi ini adalah Responsible Customer Service, yang mencakup pembelajaran tentang cara penyajian minuman yang aman, taat hukum, dan bertanggung jawab bagi konsumen, turis, dan pelanggan.
Baca Juga:Bulog Bandung Siapkan 16 Ribu Ton Beras, Distribusi SPHP DihentikanHampir 39 Ribu Warga Cimahi Belum Nikmati Air Bersih, Pemkot Siapkan Solusi
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Bayu Hanandhika, Direktur Diageo Indonesia, dan Fetty Asmaniati, SE, MM, Rektor Institut Pariwisata Trisakti, disaksikan oleh Ika Kusuma Permana Sari, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
“Kerja sama antara Diageo Indonesia dan Institut Pariwisata Trisakti semakin memperkuat komitmen kami untuk memberdayakan dan mengembangkan keterampilan para profesional masa depan di sektor pariwisata Indonesia melalui program Learning for Life. Diageo Indonesia bangga dapat menjalin kemitraan resmi pertama kami di sektor pendidikan yang didukung oleh Kementerian Pariwisata RI. Kolaborasi ini menandai langkah penting yang memanfaatkan pengalaman Diageo dan fondasi pendidikan pariwisata yang kuat dari Trisakti,” ujar Bayu Hanandhika.
Kemitraan ini dilandasi oleh kesamaan visi dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan untuk meningkatkan standar pariwisata Indonesia, memberdayakan para profesional masa depan, dan mendukung misi pemerintah untuk menjadikan Indonesia tujuan wisata utama. Sejak berdiri pada 1969, Institut Pariwisata Trisakti telah meluluskan lebih dari 20.000 wisudawan dari tujuh program studi. Reputasi kuat dan komitmen Institut Pariwisata Trisakti terlihat dari tingginya minat industri untuk merekrut lulusan mereka. Pada 2024, 86% lulusan Institut Pariwisata Trisakti telah mendapatkan pekerjaan, dengan 12% lainnya mengisi posisi manajerial di industri pariwisata dan instansi pemerintah.
