JABAR EKSPRES – untuk meningkatkan literasi keuangan dikalangan pelajar, PT FWD Insurance Indonesia atau FWD Insurance berkolaborasi Prestasi Junior Indonesia ( PJI ) kembali mengelar kegiatan JA SparktheDream.
Chief Human Resources and Marketing Officer FWD Insurance Rudy F. Manik mengatakan, kegiatan ini menargetkan sebanyak 2000 siswa yang ada di sekolah menegah pertama.
Sejak pertama diluncurkan, program JA SparktheDream ini telah memberikan edukasi kepada 3.700 siswa dengan dukungan ratusan sukarelawan.
Baca Juga:Mau Puasa, Bantuan Beras 10 Kg Malah Ditunda, Ada Apa?Xiaomi 15 Ultra Segera Rilis Buat Persaingan Makin Ketat. Ini Bocorannya!
‘’Jadi pada kali ini kegiatan diperluas dengan skala lebih luas lagi,’’ ujar Rudy dalam keterangan rilisnya, dikutip (18/02/2025).
Menurutnya kegiatan JA SparktheDream dilaksanakan di Jakarta, Tangerang Selatan, Depok, Bandung, Cimahi, Surabaya, Sidoarjo.
Kemudiadaerah lainnya yang masih baru mengikuti program ini adalah seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Semarang.
Rudy menilai, pemberian pengetahuan mengenai literasi keuangan merupakan keterampilan esensial yang perlu ditanamkan sejak dini.
Para siswa harus mendapatkan edukasi dengan pemahaman keuangan lebih komprehensif, serta menanamkan budaya finansial sehat sejak sekolah.
‘’Kami juga melihat peningkatan antusiasme para siswa dalam mengikuti program ini, bahkan meraih prestasi di kompetisi tingkat Asia Pasifik,” ungkap Rudy.
Pelaksanaa JA SparktheDream merupakan ketiga kalinya digelar. Hali ini dilakukan karena indeks literasi keuangan dan inklusi keuangan di Indonesia masih rendah.
Baca Juga:Ojek Online Hari Ini Lakukan Demonstrasi untuk Tuntut THR!Tagar Kabur Aja Dulu Viral di Media Sosial, Generasi Muda Kecewa dengan Situasi Indonesia?
Dengan begitu, pemahaman denga memberikan edukasi mengenai literasi keuangan harus ditanamkan sejak dini khusnya dikalangan pelajar.
Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Prestasi Junior Indonesia Pribadi Setiyanto, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar lebih interaktif dan relevan bagi siswa.
Para siswa yang tidak memahami prinsip dasar keuangan akan diberikan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
‘’Harapannya ini mampu mengembangkan solusi inovatif yang berdampak sosial,” ujarnya.
Untuk materi yang diberikan, mengenai cara sederhana dalam melakukan pengelolaan keuangan. Selain itu dikenalkan juga mengenai peran pajak.
