Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, proyek tersebut diduga milik PT Budi Agung Sentosa yang tengah membangun gedung baru.
Menurut keterangan sejumlah warga di lokasi dekat proyek pembangunan, PT Budi Agung Sentosa dikabarkan sedang membangun pabrik baru, namun aktivitasnya diduga mengganggu dan merugikan pengendara serta masyarakat sekitar.
Melalui pantauan di lokasi, sejumlah truk pengangkut pasir, sirtu, bebatuan hingga tanah terlihat hilih-mudik, keluar-masuk area proyek pembangunan.
Baca Juga:Heboh! Konsumen Perumahan Bukit Cikereteg Indah Siap Gugat Pengembang32,2 Persen Anak Usia 16-18 Tahun di Kota Banjar Tidak Bersekolah, APS Turun Signifikan
Tepat pada pukul 14.40 WIB, hujan mengguyur, membuat Jalan Bandung-Garut yang berdebu dengan panjang sekira 200 meter itu pun seketika berubah jadi berlumpur.
Tanah yang kering berubah menjadi lumpur, tersapu oleh aliran air selama hujan mengguyur, membuat ruas Jalur Nasional tersebut cukup licin.
Kabar PT Budi Agung Sentosa yang diduga sedang melakukan proyek pembangunan gedung baru itu pun, dikonfirmasi oleh Jabar Ekspres.
Setelah dikonfirmasi melalui pesan dan panggilan Whatsapp, Humas PT Budi Agung Sentosa, Dewi Purnamasari menegaskan bahwa proyek pembangunan yang tengah berlangsung itu bukan dari pihaknya.
“Dalam aturan harus menyediakan kolam untuk membersihkan kendaraan, juga jalan yang dekat area proyek agar tidak berdebu atau licin oleh lumpur,” bebernya saat dihubungi Jabar Ekspres.
Djoko menerangkan, setiap truk yang hilir-mudik alias keluar-masuk area proyek, khususnya ketika sedang membawa material pasir, sirtu atau pun tanah, sesuai aturan harusnya barang yang dibawa ditutup menggunakan terpal.
