“Jika kita tidak menjaga kualitas air di waduk-waduk ini, maka bisa berimbas pada ketersediaan air untuk lahan pertanian di sepanjang DAS Citarum,” jelas Hanif.
Namun, menurutnya, tantangan terbesar dalam pemulihan lahan kritis di DAS Citarum adalah mengubah pola tanam masyarakat.
Kata dia, banyak lahan di hulu DAS Citarum yang sebelumnya ditanami tanaman hortikultura dan palawija, yang cenderung tidak dapat mengikat tanah dengan baik.
Baca Juga:Gedung DPRD Bandung Barat Bakal Ditempati Secara BertahapKomisi IV DPRD Sentil Pemkab Bogor usai Pondok Pesantren Dituding Penyebab RLS Rendah
Untuk itu, ia menyatakan pentingnya penanaman tanaman keras seperti kopi dan buah-buahan yang memiliki akar tunjang yang dapat menjaga kelestarian tanah.
“Sangat penting untuk mengubah budaya tanam dari tanaman padi-padian atau jagung menjadi tanaman yang memiliki kayu dan akar tunjang yang bisa mengikat tanah,” katanya.
Dalam rangka itu, pihaknya pun bersama BUMN Indonesia Power melakukan penanaman sekitar 1.000 pohon dengan berbagai jenis, seperti alpukat, kopi, dan jeruk, yang diharapkan dalam beberapa tahun bisa memberikan hasil ekonomi bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kelestarian lingkungan di DAS Citarum.
Dan berharap dengan upaya bersama, lahan kritis di wilayah tersebut bisa semakin berkurang dan menjadi potensi besar untuk ketahanan pangan dan energi nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan rehabilitasi dan menjaga kelestarian ekosistem di DAS Citarum demi keberlanjutan hidup masyarakat Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Wisnoe Satrijono, Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi Indonesia Power, juga menyatakan bahwa perbaikan lingkungan di hulu DAS Citarum bukan hanya berdampak pada ketahanan pangan tetapi juga pada ketahanan energi.
Baca Juga:Pembina POSNU Desak Disdik Jabar Beri Solusi ke Sekolah Swasta, DPRD Banjar Jangan Hanya Nonton!KPU Ciamis Inovatif, Evaluasi Pemilu Sambil Promosikan Wisata Lokal
“Kami sangat memperhatikan debit air yang digunakan untuk tiga waduk di sepanjang Citarum. Dengan menjaga kualitas lingkungan di hulu, kami memastikan pasokan air yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik,” ujarnya.
