JABAR EKSPRES – Pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dihadapkan dengan pekerja rumah (PR) yang berat saat menangani tim garuda.
Pasalnya, Kluivert diberi beban untuk membawa pasukan garuda lolos ke Piala Dunia 2026. Bersama timnas, ia pun akan melakoni empat laga sisa di putaran ketiga kualifikasi Zona Asia Grup C.
Empat laga sisa itu antara lain menghadapi Australia (tandang), Bahrain (kandang), Jepang (tandang), dan China (kandang).
Baca Juga:Grebek Kamar Kost di Bojongloa Kidul, Polisi Amankan 2 Orang Pria Diduga Lakukan Pesta NarkobaBejat! Ayah Tiri di Padalarang Rudapaksa Anaknya Selama 8 Tahun
Saat ini Indonesia pun berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup C dengan mengoleksi enam poin dari enam pertandingan. Peluang untuk lolos ke event antara negara empat tahunan itu pun masih terbuka lebar.
Terkait hal itu, Kluivert menyadari betul bahwa ekspektasi publik tanah air begitu besar untuk mengharapkan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia.
Pelatih asal Belanda itu pun mengakui bahwa dirinya tertantang untuk mewujudkan mimpi tersebut. Apalagi dirinya mengatakan sangat menyukai tantangan.
“Aku orang yang suka tekanan. Ini adalah sepak bola,” kata Kluivert pada sesi perkenalannya di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (12/1).
Ketika disinggung soal hal pertama yang akan dilakukan dalam waktu dekat, ia menegaskan bahwa tidak ada pilihan lain selain memberikan hasil maksimal.
Bahkan Kluivert sudah memiliki target di dua pertandingan pertama yakni kontra Australia dan juga Bahrain.
Dalam dua pertandingan tersebut, Kluivert menargetkan empat poin dengan rincian satu poin saat tandang ke Australia dan tiga poin ketika menjamu Bahrain.
Baca Juga:2 Bus Rusak dan 4 Orang Terluka Buntut Bentrok Suporter Persita dan PSIS di Tol JagorawiBentrokan Suporter Persita dan PSIS Pecah di Tol Jagorawi, Lalu Lintas Sempat Macet hingga 6 KM
“Rencana saya lolos ke Piala Dunia, jadi kami ingin coba ketat lawan Australia, lalu kami juga ingin ketat lawan Bahrain, kami ingin mendapat empat poin,” jelasnya.
Bagi Kluivert sisa laga di kualifikasi Piala Dunia ini ibarat final yang harus dimenangkan.
“Kami akan coba mentransmisikan perasaan kepada pemain supaya kita semua ada di satu jalan untuk meraih tujuan kami. Semua orang juga perlu mendukung tim supaya kami bisa mencapai tujuan kami,” kata dia.
