“Iya kalau yang susah mah bikin rawisan, harus pakai kater satu-satu. Kalau ngelemnya mah gampang lah cepat,” pungkasnya.
Marini juga mengaku selain memproduksi terompet, dalam kesehariannya dirinya membantu usaha sang kakak memproduksi makanan kacang.
Kemudian pada malam hari, dirinya kerap membuat mainan kuda lumping, perahu, perahu-perahu kecil.
Baca Juga:Pemkab Bogor Alokasikan Rp1,5 Miliar untuk Bantuan Keuangan Desa Mulai 2025Tragis, Seorang Siswi di Cimahi Jadi Korban Pencabulan dan Dibawa ke Hotel di Lembang oleh Pria asal Jakarta Utara
“Jadi produksi terompet mah cuma Desember aja. Sehari-hari mah ya bantu usaha kakak saya. Terus setelah itu saya suka bikin mainan buat jualan juga,” tutupnya.
