Sektor Jasa Keuangan Jawa Barat yang Resilient untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Otoritas AJsa Keuangan (OJK) yang memebrikan laporan upaya pemberantasannya selama tahun 2024.
Otoritas AJsa Keuangan (OJK) yang memebrikan laporan upaya pemberantasannya selama tahun 2024.
0 Komentar

Kinerja Sektor Industri Keuangan Non Bank

Sektor Jasa Keuangan Jawa Barat yang Resilient untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Per 30 September 2024, nilai Aset Dana Pensiun di Provinsi Jawa Barat mencapai  Rp26,07 triliun, menurun sebesar Rp0,15 triliun atau negatif 0,57 persen yoy jika dibandingkan dengan 30 September 2023 sebesar Rp26,22 triliun. Bila dibandingkan dengan 31 Desember 2023, realisasi nilai Aset tersebut juga menurun sebesar Rp0,25 triliun atau negatif 0,94 persen ytd. Hal senada juga terjadi pada nilai Investasi Dana Pensiun di Provinsi Jawa Barat. Per 30 September 2024 nilai Investasi Dana Pensiun sebesar Rp25,36 triliun, menurun sebesar Rp0,16 triliun atau negatif 0,63 persen yoy. Apabila dibandingkan dengan 31 Desember 2023, nilai investasi dana pensiun juga menurun sebesar Rp0,25 triliun atau negatif 0,97 persen ytd.

Sementara pada sektor Pergadaian, posisi 30 September 2024, nilai Aset Perusahaan Pergadaian di Provinsi Jawa Barat sebesar Rp0,18 triliun, tumbuh sebesar Rp4 miliar atau 2,07 persen yoy jika dibandingkan dengan 30 September 2023 sebesar Rp0,17 triliun. Bila dibandingkan dengan 30 Desember 2023, realisasi nilai Pinjaman yang disalurkan juga tumbuh sebesar Rp10 miliar atau 4,44 persen ytd. Senada dengan nilai Pinjaman yang disalurkan Pergadaian di Provinsi Jawa Barat, per 30 September 2024 nilai Pinjaman yang disalurkan secara nasional sebesar Rp11,42 triliun, tumbuh sebesar Rp2 miliar atau 24,67 persen yoy jika dibandingkan dengan 30 September2023 sebesar Rp9,16 triliun. Nilai Aset dan nilai Pinjaman yang disalurkan oleh Perusahaan Pergadaian di Provinsi Jawa Barat terbilang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah nasional.

Sektor Jasa Keuangan Jawa Barat yang Resilient untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pada sektor Pembiayaan posisi 30 September 2024, realisasi Piutang Pembiayaan di Provinsi Jawa Barat sebesar Rp79,79 triliun, tumbuh sebesar Rp6,97 triliun atau 9,57 persen yoy jika dibandingkan dengan September 2023 sebesar Rp72,82 triliun. Bila dibandingkan dengan 31 Desember 2023, realisasi Piutang Pembiayaan tumbuh sebesar Rp5,11 triliun atau 6,84 persen ytd. Kualitas Piutang Pembiayaan di Provinsi Jawa Barat membaik yang tercermin dari penurunan rasio NPF dari 3,13 persen di 30 September 2023 menjadi sebesar 3,10 persen di 30 September 2024. Rasio NPF Provinsi Jawa Barat tersebut lebih buruk dibandingkan nasional yang sebesar 2,62 persen.

Baca Juga:Diskon Tarif Listrik 50 Persen Berlaku Mulai 1 Januari 2025, Ini Golongan yang Akan DapatJadwal Pencairan Bansos PIP Kemendikbud Tahap 3, Begini Cara Cek Penerima

Sementara pada sektor Modal Ventura posisi 30 September 2024, realisasi Pembiayaan/Penyertaan Modal Ventura di Provinsi Jawa Barat mencapai Rp3,18 triliun, tumbuh sebesar Rp0,14 triliun atau 4,75 persen yoy jika dibandingkan dengan 30 September 2023 sebesar Rp3,03 triliun. Apabila dibandingkan dengan 31 Desember 2023, realisasi Pembiayaan Modal Ventura tumbuh sebesar Rp0,17 triliun atau 5,67 persen ytd. Kualitas Pembiayaan Modal Ventura di Provinsi Jawa Barat membaik yang tercermin dari rasio NPF dari sebesar 5,40 persen di 30 September 2023 menjadi sebesar 4,55 persen di 30 September 2024. Apabila dibandingkan dengan posisi Desember 2023, rasio NPF tersebut membaik sebesar 1,09 persen.

0 Komentar