Sektor Jasa Keuangan Jawa Barat yang Resilient untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Otoritas AJsa Keuangan (OJK) yang memebrikan laporan upaya pemberantasannya selama tahun 2024.
Otoritas AJsa Keuangan (OJK) yang memebrikan laporan upaya pemberantasannya selama tahun 2024.
0 Komentar

Sektor Jasa Keuangan Jawa Barat yang Resilient untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Perkembangan kinerja Perbankan di Provinsi Jawa Barat pada 31 Oktober 2024 mengalami pertumbuhan positif secara yoy tercermin dari beberapa indikator antara lain Aset mencapai Rp1.032 triliun, atau tumbuh sebesar Rp79,42 triliun (8,34 persen yoy) jika dibandingkan bulan 31 Oktober 2023 sebesar Rp952 triliun. Bila dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023, total Aset perbankan di Provinsi Jawa Barat tumbuh sebesar Rp58,36 triliun (6,00 persen ytd).

Selanjutnya untuk periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp699 triliun, tumbuh sebesar Rp40,47 triliun (6,15 persen yoy) jika dibandingkan bulan 31 Oktober 2023 sebesar Rp658 triliun. Bila dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023, penghimpunan DPK tumbuh sebesar Rp18,92 triliun (2,78 persen ytd). Sementara Kredit atau Pembiayaan mencapai Rp646 triliun, tumbuh sebesar Rp48,70 triliun (8,15 persen yoy) jika dibandingkan 31 Oktober 2023 sebesar Rp598 triliun. Bila dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023, penyaluran kredit tumbuh sebesar Rp42,74 triliun (7,08 persen ytd).

Sektor Jasa Keuangan Jawa Barat yang Resilient untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bank Umum yang berkantor Pusat di Provinsi Jawa Barat juga mencatatkan kinerja pertumbuhan yang lebih baik dibanding rata-rata perbankan di Provinsi Jawa Barat, antara lain tercermin Aset mencapai Rp198 triliun atau tumbuh sebesar Rp17,85 triliun (9,89 persen yoy) jika dibandingkan 31 Oktober 2023 sebesar Rp180 triliun. Sementara DPK mencapai Rp143 triliun, tumbuh sebesar Rp7,77 triliun (5,74 persen yoy) jika dibandingkan 31 Oktober 2023 sebesar Rp135 triliun. Dari sisi penyaluran Kredit atau Pembiayaan tercapai Rp130 triliun atau tumbuh sebesar Rp7 triliun (5,68 persen yoy) jika dibandingkan 31 Oktober 2023 sebesar Rp123 triliun. Kinerja tersebut didukung oleh satu Bank Umum Konvensional, yaitu Bank BJB serta satu Bank Umum Syariah, yaitu Bank BJB Syariah.

Sektor Jasa Keuangan Jawa Barat yang Resilient untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Baca Juga:Diskon Tarif Listrik 50 Persen Berlaku Mulai 1 Januari 2025, Ini Golongan yang Akan DapatJadwal Pencairan Bansos PIP Kemendikbud Tahap 3, Begini Cara Cek Penerima

Sementara itu, kinerja BPR dan BPRS juga menunjukkan tren positif. Per 31 Oktober 2024, total Aset BPR dan BPRS di Provinsi Jawa Barat mencapai Rp32,43 triliun, tumbuh sebesar Rp1,64 triliun atau 5,32 persen yoy jika dibandingkan bulan 31 Oktober 2023 sebesar Rp30,79 triliun. Dalam hal penghimpunan DPK BPR dan BPRS mencapai Rp22,37 triliun, tumbuh sebesar Rp1,32 triliun atau 6,26 persen yoy, jika dibandingkan bulan 31 Oktober 2023 sebesar Rp21,05 triliun. Sementara penyaluran Kredit dan Pembiayaan per 31 Oktober 2024 mencapai Rp23,68 triliun, tumbuh sebesar Rp1,81 triliun atau 8,30 persen yoy jika dibandingkan 31 Oktober 2023 sebesar Rp21,87 triliun.

0 Komentar