Dalam tatanan jenis usaha BPR, Per 31 Oktober 2024, kredit yang disalurkan BPR Konvensional mencapai Rp17,70 triliun, tumbuh sebesar Rp1,33 triliun atau (8,12 persen yoy). Namun demikian, kualitas Kredit BPR Konvensional memburuk yang tercermin dari peningkatan NPL gross dari 12,08 persen di 31 Oktober 2023 menjadi sebesar 12,83 persen posisi 31 Oktober 2024. Realisasi pembiayaan BPR Syariah per 31 Oktober 2024 tumbuh sebesar Rp0,49 triliun (8,84 persen yoy) dari sebesar Rp5,49 triliun di 31 Oktober 2023 menjadi Rp5,98 triliun posisi 31 Oktober 2024. Kualitas pembiayaan BPRS memburuk yang tercermin dari rasio NPF dari 6,38 persen di 31 Oktober 2023 menjadi 9,79 persen di 31 Oktober 2024.

Sementara itu, market share Pembiayaan BPRS dibanding total Kredit BPR di Provinsi Jawa Barat terus mengalami peningkatan dalam 3 (tiga) tahun terakhir, dari 21,7 persen pada tahun 2021 menjadi 25,5 persen pada 31 Desember 2023, namun mengalami penurunan pada 31 Oktober 2024 menjadi 25,2 persen.

Total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Nasional per 31 Oktober 2024 mencapai Rp246,59 triliun dengan outstanding sebesar Rp209,69 triliun. Sementara penyaluran KUR di Provinsi Jawa Barat mencapai Rp24,71 triliun dan menempati urutan ketiga provinsi terbesar dalam penyaluran KUR setelah Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Tercatat sebanyak 432.945 pelaku usaha di Provinsi Jawa Barat telah memanfaatkan pembiayaan KUR dengan nilai outstanding saat ini mencapai Rp21,64 triliun. Berdasarkan jenis, KUR Mikro memiliki porsi paling besar yaitu mencapai Rp15,97 triliun dilanjutkan KUR Kecil sebesar Rp8,61 triliun.
Kinerja Sektor Pasar Modal

Baca Juga:Diskon Tarif Listrik 50 Persen Berlaku Mulai 1 Januari 2025, Ini Golongan yang Akan DapatJadwal Pencairan Bansos PIP Kemendikbud Tahap 3, Begini Cara Cek Penerima
Sampai dengan 30 September 2024, total Single Investor Identification (SID) di Provinsi Jawa Barat tercatat sebanyak 2.862.724 SID, atau tumbuh 9,40 persen dibanding periode tahun sebelumnya 2.616.660 SID. Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah SID terbanyak atau mencapai 20,67 persen secara Nasional. Hal ini menunjukkan antusiasme warga Jawa Barat untuk mengakses produk keuangan Pasar Modal. Sedangkan total transaksi saham di Provinsi Jawa Barat mencapai Rp24,86 triliun, terbesar ketiga setelah Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Timur.
Sementara jumlah investor pasar modal terkait kepemilikan Surat Berharga Negara di Provinsi Jawa Barat mencapai 223.355 investor, terbesar kedua setelah Provinsi DKI Jakarta. Saat ini sudah terdapat 83 perusahaan dari Provinsi Jawa Barat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yang terdiri dari sektor Perbankan, Telekomunikasi, Properti dan Industri Makanan & Minuman.
