Di tahap kunjungan lapangan, tim penilai melakukan peninjauan langsung, wawancara, dan pengecekan kepada masyarakat yang menggunakan layanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan penilaian tidak direkayasa.
Kedua, Penataan Tatalaksana yakni OPD memiliki konsep pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Melalui teknologi informasi Disdukcapil melakukan pemecahan antrian dengan membuat aplikasi prima antri dan menerima layanan secara online yang diberi nama Pakuan Prima.
Ketiga, masih kata Ganjar, Penataan Manajemen Sumber Daya Manusia dengan memberikan reward dan punishment. Keempat, Penataan Akuntabilitas Kinerja melalui penilaian SAKIP dari Inspektorat.
Baca Juga:11 Daerah di Jabar Ini Resmi Ajukan Gugatan Hasil Pilkada 2024 ke MKTak Kunjung Jelas, Ketua Komisi IV DPRD Jabar Bakal Dorong TPPAS Legok Nangka Lewat Jalur Pusat
“Jadi, warga tidak harus datang ke kantor cukup WhatsApp saja di jam kerja bisa terjawab untuk mengurus seluruh layanan administrasi kependudukan termasuk kita juga setiap hari menyiapkan semacam petugas khusus, yang disebut Manager On Duty (MOD) yang siap menerima keluh kesah warga untuk berkonsultasi,” sambungnya.
Selain itu, Disdukcapil juga bekerja sama dengan layanan ojek online untuk pengiriman dokumen. Program jemput bola seperti Disdukcapil Goes to School, Jebol Kelurahan, dan Lapak Capil diadakan secara rutin. Program layanan lainnya meliputi Service On Saturday (SOS) setiap Sabtu dan Layanan Sore Malam (LSM) selama pemilu.
