Ilusi Bandung Jadi Kota Inklusi: Membedah Keseriusan Pemkot Bandung Terhadap Penyandang Disabilitas

Kota Bandung mengusung wacana menjadi kota yang ramah Disabilitas
Kota Bandung mengusung wacana menjadi kota yang ramah Disabilitas
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bandung, yang dikenal dengan julukan Kota Kembang, telah lama menjadi magnet bagi wisatawan dan pusat inovasi di Jawa Barat. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini juga mengusung wacana besar untuk menjadi kota inklusi yang ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Namun, di balik slogan-slogan indah, apakah Bandung benar-benar serius mengimplementasikan inklusi bagi penyandang disabilitas?

Komitmen dalam Retorika

“Kota Bandung harus menjadi tempat yang ramah bagi semua. Tidak ada stigma, tidak ada sekat, semua memiliki kesempatan yang sama,” tegas Koswara dalam acara tersebut, Selasa (10/12).

Infrastruktur yang Masih Bermasalah

Baca Juga:Pejabat Kemendag Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Impor GulaPenuh Haru, Fathir Bobotoh Persib Akhirnya Dimakamkan

Sejak beberapa tahun terakhir, Pemkot Bandung mengalokasikan anggaran besar untuk membenahi trotoar. Pada 2024, dana sebesar Rp 40 miliar digelontorkan untuk rehabilitasi dan pembangunan trotoar. Namun, anggaran besar ini tampaknya tidak sebanding dengan kualitas hasilnya.

Menurut Dudi Nurdin, aktivis dari Cahaya Inklusi Indonesia, kondisi ini tidak hanya menyulitkan, tetapi juga membahayakan penyandang disabilitas. “Ini bukan hanya soal infrastruktur yang buruk, tetapi juga menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar penyandang disabilitas,” tegasnya.

0 Komentar