Kebijakan yang Setengah Hati
Yudi juga menyoroti kebijakan yang terlalu terpusat di pusat kota. “Sentralisasi trotoar inklusif di pusat kota menunjukkan bahwa kebijakan ini lebih berorientasi pada estetika dan turisme daripada kebutuhan warga,” tambahnya.
Kurangnya Edukasi Publik
Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga melakukan edukasi kepada masyarakat secara konsisten. “Tanpa kesadaran kolektif, kota yang benar-benar inklusif hanya akan menjadi mimpi,” ujarnya.
Jargon Tanpa Aksi Konkret
