Bandung masih punya jalan panjang untuk menjadi kota inklusi yang sejati. Tanpa komitmen nyata, slogan “Bandung Kota Inklusif” hanya akan menjadi ilusi belaka.
Pemkot Bandung kembali mendapat sorotan tajam terkait pembangunan dan perbaikan trotoar di sejumlah titik jalan yang dinilai belum ramah disabilitas. Kritikan keras datang dari Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Erick Darmadjaya.
Dirinya menilai bahwa Pemkot dan pihak vendor belum menunjukkan keseriusan dalam menangani permasalahan ini. Erick menyatakan kekecewaannya atas hasil pembangunan trotoar yang belum memenuhi standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga:Pejabat Kemendag Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Impor GulaPenuh Haru, Fathir Bobotoh Persib Akhirnya Dimakamkan
Dewan dari Fraksi PSI ini juga mengingatkan, pembangunan trotoar yang ramah disabilitas bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bagian dari hak asasi manusia.
Guna menghindari kesalahan yang sama terulang lagi. Ketegasan mesti dilakukan pemkot Bandung. “Pemerintah kota harus bertangan besi, yaitu tegas, terukur terarah (dalam mengambil langkah-langkah pembangunan),” pungkasnya.
