Buat Petisi Terkait Banjir, Sapan Bersuara Desak Pemkab Bandung Berikan Solusi Cepat

Buat Petisi Terkait Banjir, Sapan Bersuara Desak Pemkab Bandung Berikan Solusi Cepat
Buat Petisi Terkait Banjir, Sapan Bersuara Desak Pemkab Bandung Berikan Solusi Cepat
0 Komentar

“Sepertinya memang ada pabrik nakal, dalam artian mereka membuang limbah sembarangan tanpa ada pengolahan terlebih dahulu. Jadi limbahnya itu mengalir ke anak sungai, lalu karena anak sungai meluap jadinya banjir di jalanan pun berbau bahkan jadi hitam,” katanya.

Selain itu, kata Rifqi banjir juga sering masuk ke pemukiman warga yang berada di Kampung Lembursawah dan Jalan Rancawaliwis. Namun banjir yang masuk ke pemukiman tidak berangsur lama dan hanya sebentar.

“Sebenarnya yang biasanya banjir lama itu ya di kawasan industri itu, karena memang di situ tidak ada drainase yang memadai, sehingga air mengendap dan menunggu diserap oleh tanah,” katanya.

Baca Juga:Bendungan Leuwikeris Dipenuhi Sampah, Warga Khawatir Pengaruhi Daya Tarik WisataDiduga Sebabkan Banjir di Desa Sindangpakuon, PT Yode Pratama Mandiri Diminta Tanggung Jawab

“Saya asli sini dan tinggal di Sapan, dari saya SD sampai sekarang (22) banjir tetap ada di Sapan. Jadi memang sudah 10 tahun, itu setiap tahun pasti ada banjir,” katanya.

Banjir di Sapan juga menjadi suatu ironi, terlebih Bupati Bandung saat ini Dadang Supriatna bertempat tinggal di wilayah tersebut.

Warga pun harus mencari jalan alternatif untuk melewati banjir di wilayah Sapan tersebut.

“Sekarang di sekitar rumah bupati enggak banjir, di jalan cagak enggak banjir, jadi kebanyakan memutarnya itu lewat Rancaoray,” ujarnya.

Riku pun berharap melalui gerakan Sapan Bersuara, pihaknya bisa mengundang berbagai tokoh masyarakat maupun aliansi masyarakat sekitar untuk ikut mendesak Pemkab Bandung buat mengatasi banjir di Sapan dengan manajemen penanggulangan yang efektif dan berkelanjutan.

0 Komentar