Koordinator KUTUB Wulandari menjelaskan, “Dampak krisis iklim seperti kekeringan, gagal panen, banjir dan longsor di Jabar sangat dipengaruhi oleh karakteristik geografis setiap wilayah. Dalam lima tahun terakhir, variasi dampak bencana terlihat di berbagai daerah. Infrastruktur dan pengetahuan masyarakat yang lebih siap akan meminimalisir korban dan lonjakan kemiskinan.”
“Survei ini menjadi salah satu dasar dari beberapa analisis yang dilakukan beberapa CSO sebelumnya untuk memulai kolaborasi dan sama-sama bergerak bersama untuk memastikan tata kelola energi dan iklim yang adil dan berkelanjutan. Koalisi Untuk Energi Bersih (KUTUB) mendorong penyelenggara pemilu provinsi Jabar melaksanakan debat untuk pada calon gubernur dan wakil gubernur tentang isu yang secara global dan nasional semakin sering di perbincangkan,” kata Dadan Ramdan, peneliti KUTUB.
