Berdasarkan data BMKG, sesar ini pernah bergerak dan memicu gempa 4,1 Magnitudo, pada Minggu 13 November 2022.
“Saya gak habis pikir mengapa pemerintah tak memasukkan dua sesar ini. Kecurigaan saya, penyusunnya hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi. Tidak ada kepentingan penyelamatan lingkungan atau pencegahan bencana,” jelas Ibnu.
Senada dengan Ibnu, Ketua Asosiasi Profesi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Deni Sugandi menyayangkan peta dan mitigasi sesar Cimandiri dan Cirata tak masuk dalam Perda RTRW Bandung Barat. Padahal, langkah ini penting sebagai pijak pemerintah mengambil kebijakan dalam menekan tingkat fatalitas bencana.
Baca Juga:KPU Jabar Tunggu Regulasi Khusus Soal Calon Tunggal di Pilkada SerentakDemokrat Banjar Mantapkan Strategi Kemenangan di Pilkada 2024
“Bagaimana bisa tidak ada delinasinya, padahal ini penting untuk jadi dasar penganggaran, menyusun strategi pencegahan, dan lainnya,” jelas Deni.
Dirinya menyatakan pemerintah dan DPRD melakukan peninjauan ulang terdapat Perda RTRW. Kaji secara detail terkait aturan kebencanaan dan kebijakan soal konservasi di satu wilayah. Jangan hanya mengedepankan tujuan ekonomi semata.
“Kalau gak diubah, ini akan mengurangi kesiapsiagaan dan mitigasi. Padahal ini penting untuk melindungi masyarakat dari bencana,” tambahnya.
Ia juga berharap Perda RTRW Bandung mempertimbangkan aturan tentang kebencanaan seperti Buku Pusgen 2017 dan rekomendasi-rekomendasi Badan Geologi. Termasuk melakukan penyesuaian aturan terkait Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) yang tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 tahun 2012 serta tetap merawat status Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) di Gunung Hawu dan Pabeasan, sebagai mana tertuang dalam dalam Perda RTRW sebelumnya.
“Contohnya KBAK sudah didelinasi dan diterbitkan aturan dari ESDM agar tak boleh ditambang karena miliki keunikan ini harus disesuaikan dengan RTRW. Supaya gak ada kesan dibikin samar-samar untuk tujuan kegiatan pertambangan. Kebencanaan juga sama, harus disesuaikan dengan aturan lainnya agar masyarakat terlindungi,” tandasnya. (Wit)
