Atty menambahkan, bahwa PDIP dan Golkar adalah dua partai besar yang sarat akan pengalaman politik yang sudah punya jam terbang.
“Seharusnya partai tidak masuk terlalu jauh ke dalam urusan rumah tangga partai lain seperti yang saya lakukan. Kesalahan dan tidak pahamnya sebuah etika tidak sepenuhnya ada pada Golkar, namun ada juga kesalahan dari calon yang mengejar tiket Pilkada demi mencari partai koalisi, tapi lupa memperhatikan etika politiknya,” paparnya.
Terancam Ditinggalkan PDI Perjuangan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, telah melakukan klarifikasi terkait kepemilikan KTA Partai Golkar oleh dokter Rayendra.
Baca Juga:Tok! DPRD Kota Bogor Sahkan Tiga Perda BerikutTb Ardi Januar Resmi Mengundurkan Diri dari Pilbup Bandung Barat, Ternyata Ini Penyebabnya!
Apabila terbukti bahwa yang bersangkutan memiliki dua KTA dari partai berbeda, maka akan diminta untuk memilih salah satunya.
“Kami telah klarifikasi dari dokter Rayendra soal kabar kepemilikan KTA itu, karena saat beredar kemarin-kemarin, saya belum dapat penjelasan langsung. Yang jelas tidak boleh (Dua KTA), karena sekarang kan semua KTA terintegrasi KPU, harus jelas orangnya,” terang dia.
Ia menambahkan, hasil klarifikasi akan disampaikan ke DPP PDIP untuk diputuskan apakah akan tetap mendukung dokter Rayendra dalam Pilwalkot Bogor atau sebaliknya.
“Yang pasti, DPC, DPD Jabar dan DPP sangat kecewa dengan kondisi tersebut,” tegas Dadang. (YUD)
