Sejak dimulainya pertempuran, sekitar 121.000 orang telah meninggalkan Kursk, menandakan besarnya dampak konflik terhadap warga sipil.
Dalam menanggapi situasi yang semakin memburuk, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan tentara untuk mengusir pasukan Kyiv dari wilayah Rusia.
Putin menuduh bahwa serangan lintas perbatasan yang dilakukan oleh Kyiv bertujuan untuk meningkatkan posisi negosiasi mereka.
Baca Juga:Diduga Jadi Korban Perundungan Mahasiswi FK Undip Ditemukan Tewas Bunuh DiriIstana Bolehkan Paskibraka Putri Berjilbab Saat Upacara HUT ke-79 RI di IKN
Presiden Putin juga menekankan bahwa tugas utama Kementerian Pertahanan Rusia adalah untuk mengusir musuh dari wilayah Rusia dan mempertahankan integritas wilayah negara tersebut.
Putin menambahkan bahwa penolakan Kyiv terhadap usulan untuk kembali ke rencana penyelesaian damai menunjukkan niat mereka yang sebenarnya dalam meningkatkan ketegangan dan memperpanjang konflik.
