JABAR EKSPRES – Sebuah foto yang menunjukan bangku penonton di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung rusak oleh oknum suporter yang tidak bertanggung jawab viral di media sosial.
Foto-foto tersebut di upload oleh salah satu akun media sosial dengan nama @bandungfootbal, dalam postingannya itu memperlihatkan kondisi sejumlah bangku yang rusak. Diduga, kerusakan terjadi selepas laga terakhir Piala Presiden antara tuan rumah Persib Bandung menghadapi Persis Solo, Kamis (25/7) lalu.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Erwin Rinaldi mengakui adanya kerusakan pada bangku suporter.
Baca Juga:PGN Dukung Pemerintah Kembangkan Jargas Rumah Tangga untuk Pengendalian SubsidiResmi Mundur di Pilgub Jabar, Bima Arya Beberkan Aktivitasnya ke Depan
“Kita bukan membantah, tapi kita juga mengakui ada kerusakan ada ketidaksempurnaan. Tapi kalau lihat kerusakan itu kejadian itu kayaknya setelah Piala Presiden yang terakhir kalah,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dispora Kabupaten Bandung, Kamis (8/8/2024).
“Karena memang arahan dari itu dipindahkan terus kejadiannya memang kalah ya, saya juga tidak menyalahkan itu mah kejadian yang bukan normal (murka bobotoh). Saya tidak menormalkan itu, cuma kita juga tidak bisa mengontrol itu semua. Ada kursi yang dilempar lapangan, ada yang dicopot,” jelasnya.
“Ada laporan ke kami rusak. Bahkan kursi dilempar, katanya dari barat, timur, utara atau selatan lah gitu ada yang di kursi yang dilempar ke lapangan gitu ya. Nah itu, tapi saya belum lihat detailnya gitu ya,” jelasnya.
Menurut Erwin perbaikan kerusakan yang dilakukan oleh oknum suporter itu bukan hanya tanggung jawabnya saja melainkan tanggung jawab penyelenggara pertandingan dari Piala Presiden.
Bahkan, hal itu sudah menjadi ketetapan bagi panitia ketika menggunakan SJH sebagai lokasi event termasuk sepakbola.
Selain itu, Persib Bandung yang menggunakan Stadion SJH pasti akan bertanggung jawab jika ada kerusakan karena sudah tertera sesuai dengan kesepakatan.
“Yang harus kita lihat benar itu kan terkait dengan dampak dari satu kejadian gitu ya, pasti kita perbaiki dan mungkin panpel juga bertanggung jawab gitu ya. Misalnya pagar ada yang roboh atau kursi yang rusak itu, bagian dari ranah panitia panpel juga ada ada tanggung jawabnya untuk memperbaiki tuh kalau konteks event itu ya respon event seperti itu gitu ya,” tuturnya.
