Mustajab, Ini Doa dan Sholawat di Hari Jumat yang Bisa Mengantarkan ke Surga

ILUSTRASI membaca doa di hari Jumat sore salah satu waktu yang mustajab dikabulkannya doa. (freepik)
ILUSTRASI membaca doa di hari Jumat sore salah satu waktu yang mustajab dikabulkannya doa. (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Memasuki waktu Ashar dan menjelang Magrib di hari Jumat, merupakan salah satu waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa, karenanya jangan sampai disia-siakan peluang besar ini. Berikut sholawat dan Doa yang baik dibacakan saat hari jumat diwaktu mustajab.

Salah satu dasar yang menyebutkan mustajabnya doa dan sholawat di hari jumat adalah ungkapan dari Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah, yang berkata,

منها أن يكثر من الصلاة على النبي ﷺ ، أكثرها، صل دائماً، الإنسان لا يمل ولا يتعب، صل دائماً:
اللهم صل على محمد، اللهم صل على محمد. وأنت ماشٍ، وأنت جالس، وفي المسجد، وفي البيت، وفي السوق، والخير كثير “.

“Di antara sunnah pada hari jum’at adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ. Perbanyak dan teruslah bershalawat.
Seseorang jangan sampai bosan dan lelah, teruslah bershalawat,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ … اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ

Baca Juga:Link Tes Ujian GAMON Google Form Agustus 2024, Cek Segagal Itukah Kamu Move On dari Mantan?Sudah Punya Ribuan Anggota, Apakah Aplikasi TXR Trading atau IAM Investment Aman untuk Investasi?

Saat engkau sedang berjalan, sedang duduk, ketika di masjid, ketika di rumah, di pasar. Kebaikannya itu amatlah banyak.”

Karenanya jangan sampai melewatkan waktu-waktu mustajab tersebut, terutama di hari jumat ini.

Berikut ada salah satu doa yang bisa dipanjatkan pada hari jumat bersarakan hadir riwayat (HR) Hakim dan dishahihkan oleh Syeikh Albani, :

اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، وَمَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ مِمَّا سَأَلَكَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِمَّا تَعَوَّذَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَمَا قَضَيْتَ لِيْ مِنْ قَضَاءٍ فَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ رُشْدًا

Allohumma innii as aluka minal khoiri kullihi, ‘aajilihi wa aajilihi, maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam, wa a’uudzu bika minasy syarri kullihi, ‘aajilihi wa aajilihi, wa maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam, wa as alukal jannata wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au ‘amalin, wa a’uudzu bika minannaari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au ‘amalin, wa as aluka mimmaa sa-alaka bihi muhammadun ﷺ , wa a’uudzu bika mimmaa ta’awwadza bihi muhammadun ﷺ , wa maa qodhoita lii min qodhoo-in faj’al ‘aaqibatahuu rusydaa.

Artinya:

“Ya Allah, aku meminta seluruh kebaikan, baik yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui, dan aku berlindung dari seluruh keburukan, yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui.

Dan aku meminta surga dan yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan, dan aku berlindung dari neraka dan yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan.

0 Komentar