100 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan terjadi Sepanjang Januari-Juni 2024, DP3A Kota Bandung Perkuat Hal Ini!

Ilustrasi kasus kekerasaan perempuan dan anak di Kota Bandung (Dok Jabar Ekspres)
Ilustrasi kasus kekerasaan perempuan dan anak di Kota Bandung (Dok Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya dalam menekan angka kasus kekerasan anak dan perempuan di Kota Bandung. Terlebih, lewat data aduan masyarakat yang dimiliki Pemkot Bandung hingga Juni 2024, terdapat 100 kasus pengaduan terkait hal tersebut.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung selaku leading sector mengklaim bahwa permasalahan tersebut telah mampu diatasi.

Lembaga pendidikan dinilai menjadi institusi paling strategis dalam melakukan upaya pencegahan maupun penangan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Dengan demikian diharapkan mampu menimbulkan pemahaman baik siswa maupun tenaga pendidik terkait hal tersebut.

Baca Juga:Komedian Tessy Merasa Dirugikan Soal Sosok T Si Otak Judi OnlinePP Kesehatan Resmi Disahkan, Ini Alasan Jokowi Larang Jual Rokok Eceran!

Kendati demikian, pihaknya terus berperan aktif dalam menangani kasus perempuan dan anak yang terjadi di Kota Bandung.

“Kecuali sudah tidak bisa, Tinggal ke UPTD PPA aja. Laporkan ke UPTD PPA,” pungkasnya.

Diketahui bahwa, dalam upaya terus meningkatkan perlindungan anak dan menciptakan lingkungan bebas bullying atau perundungan di Kota Bandung, Selasa (30/7), baik Pemkot Bandung, DP3A, 75 Kepala Sekolah, dan 16 SMP di Kota Bandung mendeklarasikan “Bandung Menuju Zero Bullying“.

0 Komentar