Sementara itu, Iskandar warga Kampung Cirata, Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku kaget saat NIK data dirinya masuk sebagai pendukung paslon Sundaya-Aa Maulana jalur perseorangan.
Menanggapi hal ini, paslon Bupati Bandung Barat dari jalur perseorangan, Sundaya angkat suara. Dia mengklaim pengumpulan syarat dukungan berupa kartu tanda penduduk (KTP) sudah dilakukannya sejak tahun 2020.
“Saya dan tim mohon maaf ini kelemahan saya. Ini jadi bahan masukan bagi saya. Memang tatkala data (KTP) masuk ke tim, ya saya langsung input ke Silon. Jadi gak sempat cek satu persatu, kita gak tahu asalnya dari mana. Karena KTP ini banyak, mungkin ada di leasing, tempat foto copy, atau RW,” papar Sundaya beberapa waktu lalu.
Baca Juga:4 Anggota DPRD Jatim Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah oleh KPKPPDB SMPN 3 Citeureup Kisruh, Orang Tua Geram Diterima di Aplikasi Didiskualifikasi Sekolah
Sundaya menjelaskan adanya informasi keluhan masyarakat soal pencatutan data KTP jadi masukan penting bagi dirinya dan tim agar tak sembarang dalam memakai data kependudukan. Karena dirinya ingin orang yang tercantum dalam persyaratan pencalonan perseorangan benar-benar warga yang mendukung, bukan cuma data belaka.
