Respons Disdik Jabar soal Siswa SMK di KBB Dibully hingga Meninggal

Dok. Plh Kadisdik Jabar, Ade Afriandi. Foto. Sandi Nugraha
Dok. Plh Kadisdik Jabar, Ade Afriandi. Foto. Sandi Nugraha
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK di Kabupaten Bandung Barat (KBB) bernama Nabila Fitri Nuraini (18) menjadi korban tindakan bullying oleh teman sebayanya.

Akibatnya, setelah mendapatkan tindakan tersebut, korban dikabarkan meninggal dunia usai diduga mengalami gangguan psikis.

Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) mengaku bahwa pihaknya masih menunggu kabar dari pihak kepolisian terkait dengan kronologis dari kejadian bullying yang menimpa siswa SMK kelas 3 tersebut.

Baca Juga:Grapiks Boxing Camp, Olahraga Tinju Sebagai Jalan Kesembuhan dari Kecanduan NarkobaPerkuat Bisnis, Jamkrida Jabar Sharing Dengan Perusahaan Reasuransi

“Kami sudah berkunjung ke sekolah tersebut (sekolah korban) untuk meminta keterangan dari pihak sekolah terkait kronologinya seperti apa. Tetapi terkait dengan kejadian, itu sudah ada kunjungan dari Polres Cimahi, dan kami berharap dari yang berwenang bisa mengetahui lebih jelas apa yang telah terjadi,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdik Jabar, Ade Afriandi saat dikonfirmasi, Rabu (12/6).

Ade menambahkan, agar kejadian ini tidak terulang lagi pihaknya saat ini telah menekankan ke sekolah untuk mengaktifkan kembali peran guru bimbingan konseling atau BK. Tidak hanya ke sekolah korban, ia juga meminta ke seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat.

“Nah belajar dari kasus ini saya meminta kepada seluruh kepala satuan pendidikan (kepala sekolah) baik negeri maupun swasta untuk mengaktifkan peran guru BK (bimbingan konseling) dan menyediakan ruang siswa untuk berkonsultasi minimal curhat,” ucapnya.

Dengan adanya cara ini, kedepannya Ade berharap kejadian serupa khususnya di Jawa Barat tidak terulang lagi. “Termasuk juga orang tua, itu harus bisa memberi ruang kepada anaknya (untuk curhat). Jadi orang tua harus memperhatikan lagi anak,” ungkapnya.

“Jadi agar kasus ini tidak terulang lagi, saya minta kepada seluruh kepala sekolah untuk lebih menguatkan lagi guru BK. Jadi beri ruang untuk guru BK memperhatikan siswa-siswanya,” pungkas Ade.

Diketahui sebelumnya, Kepala SMK Kesehatan Rajawali, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rizki Zaskia Hilmi angkat suara terkait dugaan aksi bullying yang menimpa salah seorang siswanya bernama Nabila Fitri Nuraini (18).

0 Komentar