Mengenal Baby Blues Syndrome, Gangguan yang Diduga Dialami Polwan yang Bakar Suami di Mojokerto

ILUSTRASI Baby Blues Syndrome yang diduga diderita polwan yang bakar suaminya. (freepik)
ILUSTRASI Baby Blues Syndrome yang diduga diderita polwan yang bakar suaminya. (freepik)
0 Komentar

2. Perubahan hormon

Setelah melahirkan, ada perubahan hormon di dalam tubuh yang memengaruhi perasaan atau suasana hati ibu. Penurunan kadar estrogen dan progesteron atau hormon lainnya yang diproduksi kelenjar tiroid, dapat menyebabkan ibu menjadi mudah lelah, perubahan emosi, hingga depresi.

3. Kelelahan dan kurangnya istirahat

Perasaan depresi juga bisa muncul akibat perubahan pola tidur selama masa merawat bayi.

Selain itu, kurangnya dukungan baik dari keluarga atau lingkungan sekitar, juga bisa memicu terjadinya syndrome baby blues. Alhasil, kondisi ini bisa membuat ibu kelelahan karena kurang istirahat.

Baca Juga:Kejar Bonus, Karyawan MSL APP Berlomba-lomba Rekrut Member, Tidak takut SCAM?Aplikasi SKY Sudah SCAM, Apakah MSL Bakal Menyusul?, Ini Fakta Konkritnya

Untuk bisa menjaga kebugaran tubuh, diperlukan olahraga yang bisa membuat badan lebih sehat dan tidak mudah lelah. Artikel yang membahas 5 Jenis Olahraga yang Bisa Dilakukan bersama Balita bisa kamu baca di sini

4. Memiliki riwayat masalah mental

Beberapa masalah mental yang bisa memicu syndrome baby blues adalah gangguan kecemasan, mengidap stres sebelumnya, ataupun bipolar.

Gejala Baby Blues Syndrome

Baby blues pada ibu bisa muncul dengan beberapa gejala, seperti:

1. Muncul rasa sedih yang menyebabkan ibu menangis dan merasa depresi

Jadi, bila kamu pernah bertanya-tanya mengapa ibu baru melahirkan sering menangis? Mungkin saja ibu tersebut mengalami sindrom baby blues.

Tidak hanya sering menangis, ibu yang mengalami kondisi tersebut pun akan mudah merasa cemas, mudah tersinggung, bahkan tidak memperhatikan keadaan anak atau takut menyentuh anak.

2. Emosi labil dan mudah marah

Setelah melahirkan, tubuh seorang ibu mengalami perubahan hormon yang signifikan. Hormon seperti estrogen, progesteron, dan hormon tiroid dapat berfluktuasi dengan cepat.

Perubahan ini dapat memengaruhi suasana hati dan emosi, menyebabkan ibu merasa lebih sensitif, mudah marah, dan cenderung mengalami perubahan emosi yang ekstrem.

3. Merasa kelelahan, sulit tidur dan sering sakit kepala

Perawatan bayi yang intensif, kurangnya tidur yang cukup, dan perubahan gaya hidup yang signifikan dapat menyebabkan tingkat stres dan kelelahan yang tinggi pada seorang ibu.

0 Komentar