Studi: AI Lebih Dipercaya dalam Menyelesaikan Dilema Moral Dibanding Manusia

Studi: AI Lebih Dipercaya dalam Menyelesaikan Dilema Moral Dibanding Manusia
Ilustrasi. AI lebih dipercaya dalam penyelesaian persoalan moral dibandingkan manusia.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebuah studi yang diterbitkan di Scientific Reports menemukan bahwa ketika dihadapkan dengan dilema moral, orang sering lebih memilih respons yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) daripada yang diberikan oleh manusia. Studi ini menunjukkan bahwa orang cenderung menganggap jawaban dari AI lebih berbudi dan dapat dipercaya, yang memicu kekhawatiran tentang potensi penerimaan yang tidak kritis terhadap saran AI.

Model bahasa generatif yang canggih seperti ChatGPT telah memicu minat besar dalam kemampuannya, terutama dalam penalaran moral. Penalaran moral melibatkan penilaian kompleks tentang benar dan salah, yang tertanam dalam kognisi dan budaya manusia. Seiring AI semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, orang semakin mungkin berkonsultasi dengannya untuk nasihat, termasuk tentang dilema moral.

“Tahun lalu, banyak dari kita yang terpesona oleh chatbot baru, seperti GPT dan lainnya, yang tampaknya mengungguli manusia dalam berbagai tugas, dan ada banyak perbincangan tentang pekerjaan apa yang akan mereka ambil selanjutnya,” jelas penulis studi Eyal. Aharoni, seorang profesor psikologi, filsafat, dan ilmu saraf di Georgia State University.

Baca Juga:Menelusuri Hubungan Kepribadian Masa Kecil dan Niat Berwirausaha di Usia DewasaKesuksesan Besar! GPT-4o Dorong Pendapatan Aplikasi Mobile ChatGPT ke Puncak

Indikator paling sering adalah perbedaan dalam pilihan kata dan panjang respons. Faktor lainnya termasuk emosionalitas, rasionalitas, kejelasan, dan tata bahasa.

Temuan ini menunjukkan bahwa banyak orang cukup baik dalam menebak pernyataan moral yang dihasilkan komputer, bukan karena penalaran moralnya kurang canggih, tetapi karena terlalu baik. Lima tahun lalu, tidak ada yang menyangka penalaran moral AI bisa melampaui orang dewasa berpendidikan tinggi.

0 Komentar