BANDUNG – Di tengah perkembangan zaman, kebudayaan bagi kelompoknya harus tetap digaungkan. Lantas sejumlah upaya untuk beradaptasi pun mulai direncanakan Sadaya, tidak terpatok dengan kesenian yang sudah ada selama ini.
Sadaya, salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Komputer Indonesia (Unikom) bergelut mempertahankan kesenian di tengah perkembangan zaman. Didirikan sejak tahun 2008, hingga saat ini geliat seni masih terus dijalankan dan bertahan.
Dalam kegiatan seni di Sadya, dirinya menuturkan, terdapat lima cabang seni, Seperti diantaranya seni tari, angklung, perkusi, kendang hingga seni gamelan. Namun dipastikan, Sadaya bukan sekadar menyuguhkan kesenian semata.
Baca Juga:Tingkatkan Nilai Investasi di Kota Banjar, Mie Gacoan Hadir sebagai Magnet KulinerUngkap Keberadaan 2 DPO Kasus Pembunuhan Vina, Polda Jabar: akan Terus Dalami!
Menurutnya, tahun ini menjadi istimewa lantaran beberapa tahun ke belakang HB tidak diselenggarakan lantaran masih ada pandemi. “HB untuk wadahi hasil dari setiap latihan. HB ini tuh emang acara tahunan,” tutur Setiawan.
Selain itu, Setiawan berharap kedepannya Sadaya bisa berinovasi, mempertahankan kesenian dengan mengikuti prkembangan zaman.
“Harapannya bisa improve dan membuat yang baru. Kesenian mengikuti zaman, karena gamelan, tari dan lain-lain belajarnya itu aja. Berinovasi,” pungkasnya.
