Dituduh Mabok, Santri Ponpes Modern Sahid Diduga Dianiaya Seniornya

Kekerasan Anak dan Perempuan di Bandung Barat Masih Terjadi, Pelecehan Seksual Mendominasi
PELECEHAN SEKSUAL: Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali marak terjadi. Dalam kurun dua bulan terakhir, terdata ada 14 kasus kekerasan yang terungkap
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus penganiayaan siswa diduga terjadi di Pondok Pesantren Modern Sahid, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Dugaan penganiayaan itu menimpa siswa kelas 10 bernama Rafi Krishna pada Rabu (7/5) malam.

Orang tua dari korban Diah Rachmawati Wulandari mengatakan, saat itu anaknya sedang sakit demam, kemudian dipanggil ke asrama oleh Kaka kelasnya.

Baca Juga:Charissa Filzaiera Pradinamurti, Borong 5 Medali Emas Lomba AkademikPasca Kecelakaan Maut di Subang, Bey Machmudin Minta Kelayakan Bus Diperketat

Alasan seniornya melakukan penganiayaan tersebut, karena menuduh korban mabok. Padahal korban saat itu tengah sakit demam.

“Anak saya itu sakit sudah 3 hari dia bilang kesaya, kemudian minum lah obat kaya maxtril, CTM dan Antimo, Itu kan obatnya bikin ngantuk banget ya, mangkannya dia tidur terus, disangka mabok,” ucapnya.

Akibatnya, Rafi mengalami trauma dan tidak mau kembali ke sekolah tersebut. Pihak keluarga kemudian melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian Cibungbulang.

“Sudah laporan ke Polsek, katanya besok mau dipanggil pengurus ponpesnya,” pungkasnya. (SFR)

0 Komentar