“Angka tersebut merupakan tantangan yang perlu dipandang serius, mengingat bagi umat Islam, Al-Quran tidak hanya dimaknai sebagai kitab suci, namun lebih dari itu, petunjuk kehidupan. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai Al-Quran kepada umat Islam, sehingga rasa cinta terhadap kalam Ilahi dapat tertaut kuat di hati,” tuturnya.
Sebagai perusahaan yang berfokus pada syiar Al-Quran, Syaamil berusaha mengambil peran untuk menjawab tantangan tersebut. Selain memproduksi mushaf Al-Quran dengan berbagai inovasi yang mudah dan menyenangkan, Syaamil berupaya untuk menyampaikan nilai-nilai mulia Al-Quran melalui program wisata religi yang bertajuk ‘Wisata Quran’.
Tergerak dengan semangat tersebut, Wisata Quran pun diresmikan secara langsung oleh Menparekraf dan disaksikan oleh segenap undangan yang hadir.
Baca Juga:Lulus Cumlaude, Kombes Pol Yade Setiawan Ujung Raih Gelar Doktor di Universitas PadjadjaranJabar Tuntaskan Bantuan Pangan Beras Tahap 1 Tahun 2024
Sebelum bertolak menuju rangkaian kunjungan kerja selanjutnya, Menparekraf bersama Kepala BPKH melepas 4 mobil offroad yang bersiap mendistribusikan wakaf mushaf Al-Quran dalam program Jelajah Masjid Indonesia. Program ini digagas oleh Syaamil untuk menjawab kebutuhan masyarakat muslim terhadap pengadaan/peremajaan mushaf Al-Quran berbasis masjid, yang berkolaborasi dengan berbagai mitra kebaikan.
Pada kesempatan kali ini, Syaamil bekerjasama dengan salah satu mitra kemasalahatan BPKH (LAZ Rumah Zakat) untuk mendistribusikan mushaf Al-Quran ke berbagai masjid di kota Bandung yang memerlukan pengadaan/peremajaan mushaf Al-Quran.
Sejak 2013, Wisata Quran hadir memberikan edukasi untuk masyarakat muslim dengan berbagai profil, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dari lembaga pendidikan hingga komunitas dakwah. Konsep Wisata Quran memadukan ‘fun training’ dan ‘factory visit’ dengan tujuan menyampaikan nilai-nilai agung Al-Quran dengan cara melihat proses pembuatan mushafnya.
Pelatihan yang biasa dihadirkan dalam Wisata Quran di Syaamil antara lain pelatihan menghafal Al-Quran dengan metode ‘Tikrar’, pelatihan langgam Al-Quran, dan pelatihan menulis Al-Quran. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan tersebut, peserta pun akan diajak untuk berkeliling pabrik, melihat bagaimana mushaf Al-Quran dimuliakan dan dijaga sejak proses pembuatannya.
Tujuan melihat proses produksi mushaf Al-Quran adalah agar peserta semakin memberi nilai, menghargai, dan mencintai mushaf Al-Quran yang dimilikinya, lalu tergerak untuk semakin serius berinteraksi dengannya.
