JABAR EKSPRES – Arab Saudi telah lama diasosiasikan dengan iklim panas dan gurun pasir yang tandus.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemandangan gurun yang dulu tandus kini mulai berubah menjadi hijau dengan pepohonan dan rumput yang tumbuh subur.
Perubahan ini sebagian besar merupakan hasil dari Saudi Green Initiative (SGI) yang diluncurkan pada tahun 2021.
Baca Juga:Harga Tiket Pesawat Mulai Naik Jelang Mudik LebaranKAI Gelar Mudik Gratis Jakarta-Semarang, Mulai 2 April Mendatang, Ini Syaratnya!
Namun, menanggapi fenomena ini, Profesor Quraish Shihab, seorang Ulama dan Guru Besar Tafsir Quran, menjelaskan bahwa tidak semua wilayah di Arab Saudi merupakan gurun tandus. Dia menegaskan bahwa daerah seperti Taif telah hijau sejak lama.
“Saudi tidak seluruhnya tandus. Daerah seperti Taif sudah hijau sejak lama, sehingga kita tidak boleh langsung mengaitkannya dengan tanda-tanda kiamat,” ujarnya mengutip dari berbagai sumber Selasa, (26/3/24).
Quraish Shihab juga menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah meramalkan beberapa tanda-tanda kiamat, beberapa di antaranya telah terwujud sejak lama.
Misalnya, kedurhakaan anak terhadap orang tua, perlombaan membangun gedung-gedung tinggi, dan peningkatan perzinaan merupakan beberapa contoh tanda-tanda tersebut.
Meskipun begitu, menurutnya masih ada tanda-tanda besar kiamat yang belum terjadi, seperti matahari terbit dari sebelah barat. Meskipun hal ini belum terwujud, secara ilmiah masih dimungkinkan terjadi di masa depan.
Dengan demikian, perubahan lanskap di Arab Saudi menjadi hijau bukanlah sebuah tanda kiamat, tetapi lebih merupakan hasil dari upaya manusia dalam mengatasi perubahan iklim dan merehabilitasi lingkungan.
