Sampah Kota Bandung Melonjak hingga 20 Persen saat Ramadan

BANDUNG, JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyebutkan, pada bulan Ramadan 2024/1445 Hijiriah ini, lonjakan dari tumpukan sampah lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq. Menurutnya, temuan itu didapatkan dari kondisi keterisian tempat penampungan sementara (TPS).

“Hampir di semua TPS dapat reportnya jumlah sampah mulai meningkat. Sehingga kemarin beberapa TPS ada yang dilakukan loader juga,” ungkap Salman saat dikonfirmasi, Sabtu (23/3).

“(Apabila) mengangkut sampahnya sudah sampai seperti itu, berarti kan, signifikan (peningkatan) ya di beberapa tempat,” sambungnya.

BACA JUGA: Masalah Sampah Pasar Gedebage Tak Kunjung Usai, Aktivis Lingkungan Desak Pemkot Audit Pengelola

Sementara itu, Salman mengaku bahwa pihaknya secara pasti belum bisa memastikan persentase kenaikan lonjakan tersebut. Adapun perkiraan untuk saat ini, mencapai 10 atau 20 persen.

Adapun lonjakan ini masih dinilai dapat terkendali. Lantaran pengolahan dari sumber yang dilakukan masyarakat, cukup memudahkan penanganan sampah di Kota Bandung.

“Pengolahan-pengolahan di sumber sudah kami lakukan. Pengolahan magotisasi, kemarin dapat info sudah meningkat, ya. Di kelurahan satu ton per hari target (sampah) diolah,” jelasnya.

Salman menambahkan, jenis sampah paling banyak diolah pada bulan Ramadan ini, yakni food waste atau sampah makanan. Hal tersebut berkaitan dengan perilaku konsumtif masyarakat yang kian meningkat.

“Ini juga mungkin, semoga bisa mengubah perilaku masyarakat. Edukasi bahwa ya harus secukupnya. Sehingga tidak ada sampah makanan yang tersisa,” pungkasnya.

BACA JUGA: Pasca Masa Darurat Sampah, Warga Kota Bandung Diimbau Jaga Tren Positif

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan