Waspada! Aplikasi SKY Mencatut Perusahaan Luar Negeri, Penipuan Berkedok Pekerjaan Film

JABAR EKSPRES – Siapa yang tak kenal dengan aplikasi Sky? Namun, tahukah anda bahwa di balik iming-iming menghasilkan uang tersebut tersimpan perangkap penipuan.

Aplikasi Sky, yang seolah-olah menawarkan pekerjaan paruh waktu dengan tugas menonton trailer film, ternyata merupakan perangkap yang sama seperti beberapa aplikasi serupa seperti VCCP.

Sebelumnya, telah kita bahas Sky dalam artikel sebelumnya, namun tampaknya masih aktif dan terus mencari mangsa. Para “leader” dari skema ini terus mencari anggota baru untuk bergabung.

Baca juga : Info Resmi Dari Aplikasi Smart Wallet!! Sudah Kabur?

Bagaimana modus operandi mereka? Sangat mirip dengan skema ponzi lainnya. Mereka menarik calon korbannya dengan mengaitkan nama perusahaan perfilman terkenal, Sky.

Namun, dalam kenyataannya, tidak ada hubungan dengan perusahaan tersebut. Mereka hanya menggunakan nama besar perusahaan SKY dari luar negeri tersebut sebagai umpan.

Apa yang menjadi tanda bahaya? Salah satunya adalah adanya tawaran yang terlalu menggiurkan, seperti janji naik pangkat atau sertifikat palsu. Jangan terpedaya dengan tawaran semacam itu.

Selain itu, ada juga indikasi bahwa skema ini telah berjalan sejak 2018 dan masih beroperasi hingga sekarang.

Mereka terus memancing mangsa baru, terutama di daerah Jawa Timur. Banyak dari korban yang merupakan ibu rumah tangga yang rentan terhadap janji-janji manis.

Tentu saja, kita harus waspada terhadap penipuan semacam ini. Jangan mudah tergiur dengan janji-janji palsu. Selalu periksa keabsahan informasi dan pastikan bahwa tawaran yang diterima bersifat logis dan legal.

Baca juga : 3 Solusi Bagi Korban Investasi Bodong Aplikasi Roth Pro Penipuan

Saya ingin mengingatkan bahwa di balik setiap korban penipuan, ada orang atau kelompok yang memperoleh manfaat.

Oleh karena itu, kita harus bersama-sama mencegah penipuan semacam ini dengan meningkatkan kesadaran dan kerja sama.

Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bahaya penipuan di era digital ini.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan