Hampir Sepekan Tak Kunjung Ditemukan, Petugas Gabungan Masih Cari Petani yang Hanyut di Sungai Cibadak

Petugas masih mencari petani yang hilang terseret arus sungai Cibadak. Foto : BPBD Kabupaten Bogor
Petugas masih mencari petani yang hilang terseret arus sungai Cibadak. Foto : BPBD Kabupaten Bogor
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Petugas gabungan masih mencari petani di wilayah Tanjungsari, Kabupaten Bogor yang terseret arus air sungai Cibadak beberapa waktu lalu.

Pencarian kini sudah memasuki hari ke-6 namun korban masih belum dapat ditemukan oleh SAR gabungan.

Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani mengatakan, pencarian korban dimulai sejak Kamis (14/3) lalu.

Baca Juga:Libatkan UMKM Lokal, Gerakan Pangan Murah Dibanjiri Antusias WargaMantan Wali Kota Banjar Herman Sutrisno Kembalikan Kerugian Negara Rp958 Juta dari Total Rp10,2 Miliar

Kata Adam, tim gabungan dibagi menjadi 3 SRU yang ditempatkan di titik yang berbeda.

“Untuk korban hingga kini belum ditemukan, pencarian masih kita lanjutkan,”ujarnya kepada media, Selasa (19/3).

Untuk SRU 1 melaksanakan pencarian dari jembatan Nyoman sampai loji menggunakan perahu LCR dan RB.

Selanjutnya, SRU 2 mencari dari jembatan Cipicung ke jembatan jagatamau sampai kaligandu Karawang.

Kemudian, SRU 3 pergerakan dari titik Nol menuju jembatan Cibadak pamipiran dengan body rafting.

“Kalau belum ditemukan maka akan dilakukan kesepakatan bersama antara petugas SAR dan pihak keluarga disaksikan oleh aparat setempat,” katanya.

“Nanti kesepakatannya apakah dihentikan atau diperpanjang kembali (bisa 3 hari),” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang petani dilaporkan terbawa arus sungai Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Kamis (14/3).

Baca Juga:Bertekad Maju di Pilkada Kota Bogor, Sendi Fardiansyah Minta Restu Presiden JokowiErick Thohir Sebut Jersey Baru Timnas Indonesia Menarik, STY Justru Minta Ganti

Tim Rescue BPBD Kabupaten Bogor, Sofyan membenarkan peristiwa tersebut, pihaknya menerima laporan pada pukul 10.00 WIB.

“Iyah betul, saat ini masih proses pencarian korban,”katanya saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, awalnya korban bernama ibu Empat (66) tahun melintasi sungai bersama suaminya.

“Korban terpeleset, kemudian suaminya mau nolongin, namun korban terbawa arus,” pungkasnya. (SFR)

0 Komentar